Tujuan asuhan kehamilan

Tujuan asuhan kehamilan (antenatal care) adalah:

  1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
  2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisk, mental dan sosial ibu dan bayi.
  3. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selam hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
  4. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan dengan trauma seminimal mungkin.
  5. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh secara normal.

Kebijakan program kunjungan pemeriksaan kehamilan dilakukan paling sedikit 4 kali selam kehamilan, sesuai dengan anjuran WHO yaitu:

Satu kali pada trimester pertama.

  1. Satu kali pada trimester kedua.
  2. Dua kali pada trimester ketiga.

Pelayanan atau asuhan standar yang diberikan pada pemeriksaan kehamilan adalah 7T yaitu:

  1. Timbang berat badan.
  2. Ukur tekanan darah.
  3. Ukur tinggi fundus uteri.
  4. Pemberian imunisasi TT lengkap.
  5. Pemberian tablet besi selama kehamilan.
  6. Tes terhadap penyakit menular seksual.
  7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.

Setiap kehamilan mempunyai kemungkinan untuk dapat berkembang menjadi masalah komplikasi, sehingga memerlukan pemantauan selama kehamilan. Asuhan pada ibu hamil secara keseluruhan meliputi aspek-aspek berikut ini, yaitu:

  1. Mengupayakan kehamilan yang sehat.
  2. Melakukan deteksi dini komplikasi, melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan jika diperlukan.
  3. Mempersiapkan persalinan yang bersih dan aman
  4. Persiapan secara dini untuk melakukan rujukan bila terjadi komplikasi.

Pemberian tablet besi adalah sebesar 60 mg dan asam folat 500 µg adalah kebijakan program pelayanan antenatal dala upaya untuk mencegah anemi dan untuk pertumbuhan otak bayi, sehingga mencegah kerusakan otak (neural tube). Sedangkan kebijakam imunisasi TT adalah dalam upaya pencegahan terjadinya tetanus neonatorum.

Baca juga:

icpwa