Tangkal Aksi Terorisme, Mahasiswa Widyatama Dijejali Pemahaman Anti Radikalisme

Tangkal Aksi Terorisme, Mahasiswa Widyatama Dijejali Pemahaman Anti Radikalisme

Tangkal Aksi Terorisme, Mahasiswa Widyatama Dijejali Pemahaman Anti Radikalisme

Tangkal Aksi Terorisme, Mahasiswa Widyatama Dijejali Pemahaman Anti Radikalisme

Universitas Widyatama (Utama) menerapkan pemahaman anti radikalisme

kepada mahasiswa baru agar mampu menangkal aksi terorisme. Selain untuk menjaga kampus, penerapan pemahaman ini juga membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah terorisme.

Rektor Universitas Widyatama Islahuzzaman mengatakan, pemahaman ini penting diberikan kepada mahasiswa sedini mungkin agar mereka memiliki pengetahuan yang benar. Bukan tidak mungkin para mahasiswa baru ke depannya akan menjadi duta anti radikalisme.

“Kita lakukan bukan hanya untuk kalangan civitas Widyatama saja melainkan juga program pemerintah dalam menanggulangi terorisme,” kata Isahuzzaman usai menghadiri Program Pengenalan Universitas (PPU) tahun akademik 2018/2019 di Kampus Utama, Jalan Cikutra, Bandung, Kamis (6/9).

Menurutnya, pengawasan terhadap aksi radikalisme dilakukan melalui Senat Mahasiswa

yang ada dilingkungan kampus Widyatama. Selain itu, diberlakukan kode etik dan berbagai Unit Kegiatan Kemahasiswaan yang positif.

Dia mengimbau, kepada semua pihak khususnya para mahasiswa agar segera melapor apabila menemukan tindakan radikalisme terjadi di lingkungan kampus.

“Bila para masiswa atau siapa pun menemukan indikasi aksi radikalisme segara melaporkannya ke pihak kampus,” ujarnya.

Jika pihaknya menemukam oknum mahasiswa yang terlibat aksi radikalisme,

kata dia, sanksi tegas akan diberikan pihak kampus. Sanksi tersebut diberikan sesuai dengan jenis pelanggaran dan mekanisme yang berlaku.

“Disesuaikan dengan jenis pelanggarannya sehingga pihak kampus akan mempertimbangkan pelaku tersebut. Yang pasti, kalau ditemukan masalah seperti itu tentu kena sanksi melalui proses yang berlaku,” pungkasnya.

Perlu diketahui, untuk memberikan pemahaman anti radikalisme, Utama turut mengundang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius.

Pada kesempatan acara PPU yang mengambil tajuk “Menyiapkan Kepemimpinan Mahasiswa Berjiwa Wirausaha dalam Menghadapi Industri 4.0 pada Era Cybernet”, Kepala BNPT menyampaikan materi tentang “Ancaman Terorisme di Lingkungan Perguruan Tinggi”.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/awal-kehancuran-kerajaan-aceh/

icpwa