Tanaman Penyerap Partikel Timbal (Pb)

Tanaman Penyerap Partikel Timbal (Pb)

Untuk meningkatkan bilangan oktan pada bensin dan mengurangi letupan di dalam mesin kendaraan bermotor, maka ke dalam bensin ditambahkan TEL (tetra ethyl lead), yang jumlahnya berbeda-beda untuk setiap negara. Penggunaan TEL dalam bensin ternyata menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Gas buang dari kendaraan bermotor merupakan sumber utama timbal (Pb) di lingkungan (Sahwan, 1991). Umasda 1989 dalam Soemarno mengklasifikasikan kemampuan jenis pohon dalam menyerap partikel timbal (Pb) dari udara sbb:

  1. Jenis pohon dengan kemampuan menyerap sangat baik: jambu batu, ketapang, dan bungur.
  2. Jenis pohon dengan kemampuan menyerap sedang: mahoni, mangga, cemara gunung, angsana.
  3. Jenis pohon dengan kemampuan menyerap rendah: daun kupu-kupu, kersen, kenangakere payung, karet munding, kenari, akasia, dadap.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Timbal atau yang kita kenal sehari-hari dengan timah hitam dan dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan kata Plumbum dan logam ini disimpulkan dengan timbal (Pb). Logam ini termasuk kedalam kelompok logam-logam golongan IV–A pada tabel periodik unsur kimia.
  3. Beberapa sumber menyebutkan bahwa plumbum (Pb) adalah logam lunak berwarna abu-abu kebiruan mengkilat, memiliki titik lebur rendah, mudah dibentuk, memiliki sifat kimia yang aktif, sehingga bisa digunakan untuk melapisi logam agar tidak timbul perkaratan.
  4. Meningkatnya konsentrasi Pb di udara dapat berasal dari hasil pembakaran bahan bakar bensin dalam berbagai senyawa Pb terutama PbBrCl dan PbBrCl.2PbO. Senyawa Pb halogen terbentuk selama pembakaran bensin, karena dalam bensin yang sering ditambahkan cairan anti letupan (anti ketok) yang terdiri dari 62% TEL, 18% etildiklorida dan 2% bahan-bahan lainnya. Senyawa yang berperan sebagai zat anti ketok adalah timbal oksida.
  5. Paparan bahan tercemar timbal (Pb) dapat menyebabkan gangguan sebagai berikut :
  6. Gangguan Neurologi
  7. Gangguan terhadap fungsi ginjal.
  8. Gangguan terhadap sistem reproduksi.
  9. Gangguan terhadap sistem hemopoitik.
  10. Gangguan terhadap sistem syaraf.
  11. Menurut Umar Fahmi Achmad menyatakan pengendalian Pb yang merupakan sebagian dari gas buang kendaran bermotor cukup sulit, karena cukup banyak variable yang mempengaruhinya diantaranya cara mengemudi, ketaatan perawatan, kemacetan, banyaknya kendaraan pribadi,  dll. Untuk itu perlu dilakukan bebera papendekatan, antara lain :
  12. PendekatanTeknis
  13. Pendekatan planatologi, administrasi dan hokum
  14. Pendekatan Edukasi
  15. Upaya mengurangi Pb dalam udara bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab seluruh rakyat.

 

https://pss-sleman.co.id/pirates-apk/

icpwa