Puluhan Siswa SD Diangkut Satpol PP, Ada Apa?

Puluhan Siswa SD Diangkut Satpol PP, Ada Apa?

Puluhan Siswa SD Diangkut Satpol PP, Ada Apa

Puluhan Siswa SD Diangkut Satpol PP, Ada Apa

Puluhan murid SDN di Lapangan Taman Heulang Rabu (27/3), bergantian diangkut Satuan Polisi Pamong Praja

(Satpol PP) Kota Bogor. Aksi ini merupakan bagian simulasi dan sosialisasi patroli keliling taman, khusus murid TK, SD sampai SMP. “Kegiatan ini bagian dari program Satpol PP Ramah Anak atau SAMAK,” ungkap Kepala Seksi Pembinaan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Bogor, Dwi Ratnawati.

Dwi yang juga atlet angkat berat Kota Bogor ini mengatakan, kegiatan Sat Pol PP Ramah Anak atau SAMAK ini, merupakan implementasi dari program “Bogor Kota Ramah Anak” yang dicanangkan Pemerintah Kota Bogor dan sasarannya berawal dari murid, mulai dari TK, SD hingga SMP,” katanya. “SAMAK merupakan program sosialisasi patroli edukasi di taman yang diperkenalkan kepada siswa. Selain memperkenalkan Polisi Pamong Praja, guna menghilangkan kesan Pol PP itu menyeramkan,”tuturnya.

Menurutnya, kegiatan ini sudah berjalan 4 bulan dan dilakukan rutin setaip Rabu. “Kami bersama tim

akan mendatangi beberapa Taman di Kota Bogor, baik Taman Heulang, Taman Ekspresi, Lapangan Sempur serta taman taman lainnya untuk memberikan sosialisasi program SAMAK ini kepada siswa,” kata Dwi. Selain itu, Pol PP Kota Bogor juga memiliki program lain yang disebut “Setia Tibum” yakni sekolah pencontohan Ketertiban Umum, terutama tertib dari Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan sekolah seperti di kawasan SDN Sukasasi, SDN Bangka dan SDN Otista.

“Kami punya kegiatan lain yang disebut ‘Patroli Pelajar’ yang tugasnya patroli terhadap pelajar Kota Bogor.

Yang berada di luar sekolah, terutama pada jam belajar, kita akan sisir tempatnya. Menurut dia, masih banyak program Pol PP lain yang berkaitan dengan institusi pendidikan. Termasuk program Pol PP Go to School, di mana Satpol PP Kota Bogor masuk untuk menyosialisasikan budaya tertib, budaya bersih, kedisiplinan serta sosialisasi pencegahan tawuran antar pelajar. “Alhamdulilah, walaupun program ini baru pertama kali ada di Indonesia, kita sudah mendapat respons positif dari masyarakat terutama orang tua siswa,” kata Dwi bangga.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/ST22VHV

icpwa