Penghentian Konfrontasi bersama dengan Malaysia (3 Mei 1964)

Penghentian Konfrontasi bersama dengan Malaysia (3 Mei 1964)

Indonesia melaksanakan konfrontasi bersama dengan Malaysia sehabis diumumkan Dwikora oleh Presiden Soekarno terhadap tanggal 3 Mei 1964. Tindakan pemerintah Orde Lama ini paham menyimpang dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. Pada jaman Orde Baru, politik luar negeri Indonesia dikembalikan kembali terhadap politik bebas aktif cocok bersama dengan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini merupakan pelaksanaan dari Ketetapan MPRS No. XII/MPRS/1966. Indonesia segera memulihkan jalinan bersama dengan Malaysia yang sejak 1964 terputus.

Normalisasi jalinan Indonesia–Malaysia selanjutnya berhasil dicapai bersama dengan ditandatangani Jakarta Accord terhadap tanggal 11 Agustus 1966. Persetujuan normalisasi jalinan Indonesia–Malaysia merupakan hasil perundingan di Bangkok ( 29 Mei–1 Juni 1966 ). Perundingan dikerjakan Wakil Perdana Menteri / Menteri Luar Negeri Malaysia, Tun Abdul Razak dan Menteri Utama/Menteri Luar Negeri Indonesia, Adam Malik. Perundingan sudah menghasilkan persetujuan yang dikenal sebagai Persetujuan Bangkok.

Adapun persetujuan Bangkok punya kandungan tiga perihal pokok, yakni sebagai berikut.
Rakyat Sabah dan Serawak bakal diberi peluang memastikan kembali ketentuan yang sudah diambil alih mengenai kedudukan mereka di dalam Federasi Malaysia.
Kedua pemerintah menyetujui memulihkan jalinan diplomatik.
Kedua pemerintah menghentikan segala wujud permusuhan.

Baca Juga :

icpwa