Pengertian serta Sejarah Uang sebagai Alat Pembayaran Tunai

Selamat datang di FLAPKOMINDO, disini akan membahas materi tentang apa itu Uang. Berikut dibawah ini penjelasanya:

Pengertian serta Sejarah Uang sebagai Alat Pembayaran Tunai

Pengertian Uang

Pengertian serta Sejarah Uang sebagai Alat Pembayaran Tunai – Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya anda sudah mengetahui bahwa uang dapat diartikan sebagai segala benda yang diterima oleh masyarakat sebagai alat perantara dalam melakukan tukar-menukar atau perdagangan. Salah satu definisi mengenai uang, diungkapkan oleh Rudiger Dornbusch, Stanley Fischer, dan Richard Startz dalam bukunya Macroeconomics (1998) bahwa uang adalah instrumen pembayaran atau media yang digunakan dalam pertukaran. Balasan mengenai uang yang lebih kongkret dijelaskan dalam booklet bank sentral Amerika (Federal Reserve) yang mendefinisikan uang sebagai segala sesuatu yang dapat diterima secara umum sebagai media pertukaran, standar nilai atau sarana untuk menabung atau penyimpan daya beli.

Dengan demikian, uang didefinisikan sebagai segala sesuatu (benda) yang diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran sah dalam melakukan tukar-menukar atau perdagangan. Agar masyarakat menerima dan menyetujui penggunaan benda sebagai uang, maka harus memenuhi dua persyaratan sebagai berikut.

Persyaratan psikologis, yaitu benda tersebut harus dapat memuaskan bermacam-macam keinginan dari orang yang inemilikinya sehingga semua orang mau mengakui dan menerimanya.

Persyaratan teknis, yaitu syarat yang melekat pada uang, di antaranya:

1) tahan lama dan tidak mudah rusak;

2) mudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai;

3) mudah disimpan dan dibawa;

4) nilainya relatif stabil;

5) jumlahnya tidak berlebihan;

6) terdiri atas berbagai nilai nominal;

7) harganya tetap dalam jangka panjang.

Sejarah Uang

Sekarang anda menggunakan uang untuk membeli sesuatu yang diperlukan. Tapi tahukan anda sejak kapan uang mulai digunakan sebagai alat pembayaran? Pertanyaan tersebut anda mungkin dihadapkan pada persoalan kapan, siapa, dan bagaimana perkembangan uang. Uang dikenal pertama kali di negeri Tiongkok lebih kurang 2700 SM oleh Huang (Kaisar Kuning). Namun, sejarah purba juga telah mencatat bahwa orang Assyria, Phunisia, dan Mesir juga telah menggunakan uang sebagai alat tukar. Cikal bakal uang diawali dengan kegiatan tukar menukar barang atau disebut dengan istilah barter. Namun seiring dengan semakin banyaknya kebuluhan manusia, rnaka barter mulai mengalami kesulitan. Faktor yang menyebabkan sulitnya barter, di antaranya yaitu :

  • Kesulitan untuk menemukan orang yang memiliki barang yang dibutuhkan dan mau menukarkan barangnya;
  • tidak adanya standar nilai untuk dipertukarkan.

Dengan kesulitan tersebut, maka akhirnya cara barter pun ditinggalkan dan manusia mulai mencari alternatif benda lain untnk dipergunakan dalam proses pertukaran. Setidaknya terdapat beberapa syarat agar sebuah benda dapat digunakan sebagai uang, yaitu dapat diterima, digemari di mana-mana, setiap waktu dapat ditukar dengan barang apa saja, sulit mendapatkannya.

Benda-benda yang dijadikan sebagai alat pertukaran berupa kulit binatang, kerang dari laut, dan benda-benda yang memiliki syarat tersebut. Benda itu kemudian disebut uang barang. Uang barang tidak dapat terus dipergunakan sebagai alat pertukaran, hal tersebut disebabkan ada kesulitan dalam ulturan, berat, dan bentuk. Berdasarkan permasalahan tersebut, orang mulai mencari benda/logam yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

  • Tidak mudah rusak.
  • Diterima oleh umum,
  • Mudah disimpan dan mudah dibawa-bawa.
  • Harganya tinggi walaupun dalam jumlah yang kecil.
  • Sifatnya sama dan dapat saling mengganti.
  • Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai.
  • Harganya tetap dalam jangka waktu panjang.

Berdasarkan persyaratan tersebut, alternatif benda yang dijadikan alat tukar adalah emas dan perak. Misalnya mata uang India, Rupee yang artinya per ale atau mata uang Belanda Golden yang artinya emas. Uang emas dan perak tersebut dinamakan uang logam dan disebut full bodied money yang mengandung arti bahwa nilai uang tersebut dijamin penuli (100%) oleh bodynya., artinya antara nilai nominal dan nilai bahan sama.

Dalam perkembangannya, sehubungan dengan terbatasnya jumlah logam, orang mencari benda lain untuk dijadikan uang. Akhirnya, dibuadah uang dari bahan kertas, hal tersebut dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut.

  • Jumlahnya dapat memadai sesuai dengan kebutuhan.
  • Biaya pembuatannya tidak terlalu mahal.
  • Mudah disimpan dan dibawa-bawa.
  • Penerimaan uang kertas oleh masyarakat, di antaranya karena adanya kepercayaan.

Dari uraian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa uang merupakan segala benda yang diterima oleh masyarakat sebagai alat perantara dalam melakukan kegiatan tukar-menukar atau perdagangan.

Pengelolaan Uang Rupiah oleh Bank Sentral

Tahukah anda, siapa yang bertugas untuk melakukan pengelolaan uang rupiah? Salah satu tugas Bank Indonesia sebagaimana sudah anda ketahui melalui pembahasan Bank Sentral adalah mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Untuk melaksanakan tugas tersebut Bank Indonesia diberikan dua kewenangan sebagai berikut.

a. Menetapkan alat pembayaran baik tunai maupun non tunai.

b. Mengatur kelancaran sistem pembayaran.

 

Baca Artikel Lainnya:

icpwa