Pengertian Filum Porifera, Ciri, Jenis dan Coelenterata dalam Kehidupan

Pengertian Filum Porifera, Ciri, Jenis dan Coelenterata dalam Kehidupan

Pengertian Filum Porifera, Ciri, Jenis dan Coelenterata dalam Kehidupan

Pengertian Filum Porifera, Ciri, Jenis dan Coelenterata dalam Kehidupan

Pengertian

Hewan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri berbeda dengan tumbuhan. Ciri yang paling membedakan antara hewan dan tumbuhan adalah tidak mempunyai klorofil dan bergerak aktif.

Ada kelompok hewan yang tidak mempunyai tulang belakang (Avertebrata) dan ada kelompok hewan yang mempunyai tulang belakang (Vertebrata). (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-ulasan/)

Dan dalam posting kali ini kita akan mempelajari lebih mendalam tentang anggota hewan yang termasuk Avertebrata dan Vertebrata.

Menurut para ahli, terbentuknya hewan-hewan di muka bumi ini dimulai dari zigot bersel satu yang mengalami pembelahan sel dan sel tersebut akan bertambah banyak yang terbentuk menyerupai bola.

Bentuk seperti bola tersebut akan mengalami perkembangan, yaitu akan melekuk ke dalam sehingga akan terbentuk dua lapisan, yaitu ektoderm (lapisan luar) dan endoderm (lapisan dalam).

Ektoderm dalam masa perkembangannya membentuk bagian-bagian tubuh tertentu, yaitu epidermis, kulit, dan sistem saraf, sedangkan lapisan endoderm akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan kelenjarnya.

Ada beberapa hewan yang berkembang pada tingkat kedua lapisan ini yang dinamakan diplobastik. Adapun yang termasuk golongan hewan ini adalah Porifera dan Coelenterata.

Di antara kedua lapisan, yaitu ektoderm dan endoderm akan berkembang dan terbentuk lapisan mesoderm.

Lapisan mesoderm akan berkembang membentuk bagian tubuh yang menjadi otot, sistem reproduksi, sistem sirkulasi, dan sistem ekskresi.

Golongan hewan yang berkembang pada ketiga tingkat lapisan ini dinamakan triplobastik. Golongan hewan ini adalah Plathyhelminthes dan Nemathelminthes.

Dari hasil penelitian diketahui pada Platyhelminthes belum mempunyai rongga tubuh, yaitu terlihat tubuhnya padat, tanpa rongga antara usus dan tubuh terluar sehingga digolongkan sebagai triplobastik aselomata (selom = rongga tubuh).

Adapun pada Nemathelminthes mempunyai rongga tubuh semu, yaitu mesoderm belum membentuk rongga yang sesungguhnya karena tampak pada mesoderm belum terbagi menjadi lapisan dalam dan lapisan luar, yang dinamakan dengan triplobastik pseudoselomata dan yang mempunyai rongga tubuh dinamakan triplobastik selomata karena mesodermnya sudah dipisahkan oleh rongga tubuh yang terbentuk menjadi dua lapisan, yaitu dalam dan luar. Termasuk golongan hewan ini adalah Annelida sampai Chordata.

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa terbentuknya hewan dimulai dari Protozoa, kemudian Porifera, Coelenterata, sampai pada tingkat Mamalia.

Jadi, hewan tersebut mengalami perkembangan dari satu sel menjadi banyak sel hingga terbentuk triplobastik aselomata, pseudoselomata, sampai selomata.

Rongga tubuh hewan

Lalu hewan apa saja yang termasuk dalam Avertebrata? Kelompok Avertebrata terdiri atas filum-filum berikut.

a. Filum Porifera

Nama Porifera berasal dari bahasa latin, porus yang berarti lubang, dan ferre yang berarti membawa atau mempunyai. Porifera adalah salah satu contoh Avertebrata.

Berdasarkan asal katanya, Porifera ini merupakan kelompok hewan yang mempunyai pori. Bunga karang merupakan jenis hewan dari kelompok Porifera, ya walaupun mungkin sangat sulit dibayangkan karena bila dilihat bentuknya seperti tumbuh-tumbuhan.

Hewan sederhana ini selama hidupnya menetap di karang atau permukaan benda keras lainnya di dasar air.

Hewan ini tidak mempunyai alat gerak dan setelah dewasa melekat pada suatu dasar sehingga bersifat sessile.

Ada sekitar 5000 species yang telah diketahui dan beberapa di antaranya hidup di air tawar tetapi sebagian besar hidup di laut.

1) Ciri-Ciri Umum Porifera

  1. Sebagian besar berbentuk asimetrik (seperti tabung, jambangan, piala, terompet, dan ada pula yang seperti tumbuhan, yaitu bercabang-cabang.)
  2. Tubuhnya kebanyakan berwarna abu-abu, ada juga yang berwarna merah, kuning, biru, dan hitam.
  3. Beberapa di antaranya mempunyai rongga tubuh yang tunggal, adapun lainnya mempunyai jaring-jaring rongga tubuh yang rumit.
  4. Ada yang mempunyai rangka keras serupa dengan kaca atau seperti kulit Molusca ada yang mempunyai rangka dengan bahan liat serupa bahan tanduk pada sapi.

Jika diamati dengan cermat, akan terlihat dasar tubuh bunga karang ini lunak berwujud kantung berdinding tebal yang berlubang-lubang/berporus/pori (ostium).

Jadi, tubuhnya memiliki rongga tubuh (spongosol) yang permukaannya berpori. Melalui porus inilah air dialirkan masuk menggunakan flagel-flagel, yaitu berupa penjuluran-penjuluran yang berbentuk rambut serupa dengan silia, tetapi lebih panjang dan lebih sedikit dalam jumlahnya.

Air keluar dari rongga tubuh melalui lubang keluar yang dinamakan oskulum. Setiap ostium memiliki saluran yang menghubungkan ke spongosol.

Ada tiga sistem saluran air pada Porifera, yaitu tipe ascon, sycon, dan rhagon. Tipe ascon adalah tipe yang paling sederhana, lubang-lubang ostium dihubungkan dengan saluran lurus langsung ke spongosol.

Pada tipe sycon, lubang-lubang ostium dihubungkan dengan saluran bercabang ke rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol.

Adapun untuk tipe rhagon lubang-lubang ostium dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan langsung dengan spongosol.

Susunan tubuh Porifera ada dua lapisan/diplobastik, yaitu sebagai berikut;

  1. Lapisan luar, tersusun oleh sel-sel epidermis berbentuk pipih yang disebut pinakosit dan sebagai kulit luar.
  2. Lapisan dalam yang tersusun oleh sel-sel leher/koanosit berbentuk seperti corong yang memiliki flagel, vakuola, dan nukleus.

Di antara kedua lapisan ini terdapat mesenkim/mesoglea yang berisi bahan gelatin/jeli dan bersifat koloid yang terdapat sel-sel amoebosit bebas.

Mesenkim ini berfungsi untuk mengedarkan zat-zat makanan ke sel-sel lainnya dan zat sisa metabolisme dari satu sel ke sel lainnya.

Terdapat juga rangka (spikula atau sporogin), yaitu merupakan duri-duri penguat dinding yang lunak dan dapat tersusun dari zat kapur, zat kersik (silikat), atau protein.

2) Perkembangbiakan Porifera

Cara Porifera berkembang biak, yaitu secara as*ksual maupun se*sual. Reproduksi secara as*ksual dilakukan dengan pembentukan kuncup dari dinding tubuhnya ke arah luar.

Kuncup yang terbentuk dilepaskan dan akan tumbuh menjadi Porifera baru atau dapat pula tetap melekat membentuk suatu koloni.

Pembentukan kuncup ini dapat terjadi bila kondisi kurang menguntungkan, yaitu bila keadaan kering atau keadaan dingin.

Pada Porifera air tawar akan terbentuk gemmulae atau plasma benih yang merupakan kumpulan sel-sel di dalam mesenkim yang terbungkus kuat dan tebal. Jika induknya mati, maka gemmulae akan tumbuh menjadi kuncup dan menjadi Porifera baru.

Reproduksi Porifera secara se*sual, yaitu dengan pembentukan arkeosit yang mengandung sp*rma dan ovum.

Jika terjadi penyatuan sp*rma dan ovum yang berada di mesoglea, maka akan terbentuk zigot. Zigot ini akan berkembang menjadi larva bersilia, kemudian berenang meninggalkan induknya dan akan menempel pada suatu dasar dan hidup sebagai individu baru.

Karena dalam satu tubuh menghasilkan dua sel k*lamin, maka Porifera ini bersifat hemaprodit, perlu diingat pembuahan ini terjadi dari sp*rma yang berasal dari jenis induk Porifera yang lain, jadi tidak berasal dari induk yang sama.

3) Jenis-Jenis Porifera

Beberapa kelas Porifera adalah sebagai berikut.

  1. Kelas Calcarea, golongan Porifera ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kapur. Umumnya hidup di air laut yang dangkal. Misalnya, Scypha gelatinosa, Grantia, Leucosolenia.
  2. Kelas Hexactinellida, golongan ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kersik/silikat. Hidupnya di laut yang dalam, misalnya Pheronema sp., Euplectella, Regadrella sp.
  3. Kelas Demospongiae, kelas ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kersik dan protein (spongin) atau hanya spongin saja. Tubuhnya lunak dan tidak mempunyai skeleton. Hidup di laut yang dangkal, mempunyai jumlah anggota yang paling banyak, misalnya Euspongia officinalis (spons mandi), Spongilla, Haliclona, Microciona, Corticium.

 

4) Peranan Porifera bagi Kehidupan

Hewan Porifera tidak ada yang merugikan bagi kehidupan kita, tetapi ada yang dapat berguna untuk kehidupan kita, yaitu dari golongan Demospongiae, khususnya Euspongia officinalis.

Bila dikeringkan, Euspongia officinalis dapat digunakan sebagai spons untuk alat penggosok badan sewaktu mandi atau dapat digunakan sebagai pembersih kaca. Ada juga yang memanfaatkannya untuk hiasan, yaitu dari Porifera yang sudah mati.

b. Filum Coelenterata

Nama Coelenterata berasal dari bahasa Yunani, yaitu coelos yang berarti rongga dan enteron yang berarti usus sehingga coelenterata berarti hewan yang memiliki rongga. Ubur-ubur adalah binatang karang dan termasuk dalam anggota Coelenterata.

1) Ciri-Ciri Coelenterata

  • Terdapat beberapa tentakel di sekitar mulut dimana pada permukaan tentakel, terdapat sel beracun (knidoblast) yang mengandung sel penyengat kecil (nematosis) yang dapat digunakan untuk melumpuhkan mangsa ata sebagai pertahanan diri. Inilah yang merupakan ciri utama dari filum Coelenterata.
  • Tidak mempunyai permukaan dorsal dan permukaan ventral, maupun sisi kanan dan sisi kiri sehingga akan menampakkan tubuhnya yang simetris radial.
  • Tubuhnya tersusun dari dua lapisan kulit (diplobastik), yaitu ektoderm dan endoderm.

 

2) Perkembangbiakan Coelenterata

Coelenterata berkembang biak secara as*ksual dengan membentuk kuncup/tunas yang menempel pada hewan induknya, yaitu pada kakinya dan akan membesar sehingga terbentuk tentakel kemudian terlepas sehingga dapat menjadi individu baru.

Ada juga yang tetap melekat pada induknya dan induknya tetap membentuk kuncup yang lain sehingga terbentuklah koloni.

Selain secara seksual, Coelenterata dapat juga berkembang biak secara seksual, yaitu dengan penyatuan sperma dan sel telur yang akan terbentuk zigot.

Sperma yang telah masak dikeluarkan dalam air dan akan berenang menuju ovum. Jika bertemu, terjadilah pembuahan dan zigot yang akan dihasilkan tumbuh menjadi larva bersilia yang disebut planula.

Zigot ini dapat berenang meninggalkan induknya dengan tujuan agar tidak terjadi perebutan makanan. Jika terdapat pada suatu perairan yang cocok, maka akan tumbuh membentuk individu baru.

3) Jenis-Jenis Coelenterata

Para ahli taksonomi membagi Coelenterata menjadi tiga kelas, yaitu;

  • Hydrozoa
  • Schyphozoa
  • Anthozoa

Berdasarkan asal katanya, Anthozoa memiliki arti bunga, sering disebut sebagai mawar laut, bentuknya sangat indah. Hewan ini sebenarnya mempunyai tentakel.

Termasuk jenis hewan ini adalah anemon laut dan hewan karang. Kebanyakan hidup secara berkoloni yang membentuk rumah dari kapur yang sering dinamakan “karang”.

4) Peranan Coelenterata bagi Kehidupan

Ubur-ubur sering dimanfaatkan oleh orang Jepang untuk bahan makanan dan sebagai bahan kosmetik.
Beberapa jenis hewan Anthozoa dapat membentuk karang yang bentuknya bervariasi dan sangat indah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai objek yang berkaitan dengan pariwisata.

Ada juga jenis Anthozoa yang membentuk rangka dari zat tanduk yang sering dikenal sebagai akar bahar (Euplexaura antipathes) yang kerangkanya dapat digunakan sebagai gelang.

icpwa