Pengertian Bimbingan

Pengertian Bimbingan

Pengertian Bimbingan

Pengertian Bimbingan

Istilah Bimbingan berasal dari kata Guidance, yang artinya menunjukkan, memimpin, menuntun, mengatur, mengarahkan, memberi nasehat. Bimbingan adalah proses membantu orang perorang untuk memehami diri sendiri dan lingkungan hidupnya.
Bimbingan mempunyai Unsur-unsur sebagai berikut :
  1. Proses : mengindikasikan adanya perubahan secara berangsur angsur dalam kurun waktu tertentu.
  2. Membantu : Memberikan pertolongan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan atau kesulitan yang dialami seseorang dalam hidupnya.
  3. Orang-perorang : menunjuk pada individu yang diberi bantuan.
  4. Maemahami diri : mengenal diri secara mendalam, mencakup pemahaman terhadap kekuatan dan keterbatasan diri dan potensi dalam dirinya sehingga dapat membuat tujuan-tujuan dalam hidupnya.
  5. Lingkungan Hidup : Meliputi segala sesuatu yang menjadi ruang lingkup kehidupan seseorang.
Bimbingan merupakan bagian integral dalam keseluruhan program pendidikan di sekolah, yang ditujukan untuk membantu mengoptimalkan perkembangan siswa.
Ciri-ciri Bimbingan adalah :
  1. Berangsur terus menerus
  2. Berlangsung sejak dini
  3. Proses pengembangan
  4. Layanan untuk semua
  5. Bersifat umum.
Pengertian Konseling
Istialh konseling adalah terjemahan dari kata Counseling yang mempunyai arti nasehat, anjuran, pembicaraan. Konseling adalah proses pemberian bantuan oleh konselor kepada konseli dalam memecahkan masalah hidupnya melalui wawancara dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu dalam mencapai kesejahteraan hidupnya.
Unsur-Unsur Konseling :
ü  Proses Konseling
ü  Konselor
ü  Konseli/Klien
ü  Terdapat Masalah
ü  Melalui Wawancara
ü  Pemecahan Masalah.
Sejarah Perkembangan Bimbingan dan Konseling
            Perkembangan Bimbingan dan konseling diawali dengan gerakan-gerakan di Amerika yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Frank Parsons, Jesse B.Davis, Eli Wever, John Brewer. Dimulai dengan gerakan bimbingan dalam bidang pekerjaan.
            Pada tahun 1908 Frank Parsons mendirikan Biro di Boston untuk membantu individu (para pengangguran) dalam mencari pekerjaan yang tepat dengan cara mencocokan karakteristik individu dengan tuntutan atau persyaratan pekerjaan.
            Jesse B. Davismemberikan kuliah mengenai bimbingan dan konseling pada tahun 1910-1916. Kemudian kegiatan tersebut dilakukan oleh Eli Wever di New York dan John Brewer di Universitas Harvard. Mereka termasuk tokoh-tokoh yang mengembangkan bimbingan dan konseling.
            Sejarah perkembangan bimbingan konseling di Indonesia di mulai dalam lapangan pendidikan . Dalam konferensi FKIP se Indonesia di Malang (1960) diputuskan bahwa bimbingan dan konseking(yang waktu itu dikenal dengan istilah bimbingan dan penyuluhan) dimaskkan dalam kurikulum FKIP. Untuk pertama kalinya layanan bimbingan dan konseling tertuang dalam kurikulum yaitu kurikulum 1975 untuk SMP dan SMA. Dalam perkembangannya, mulai muncul tulisan-tulisan atau buku-buku tentang bimbingan dan konseling yang dibuat oleh tokoh-tokoh di Indonesia serta berbagai kegiatan berkenaan dengan bimbingan dan konseling.
            Dalam perkembangannya, jika pada tahun-tahun sebelumnya pelayanan bimbingan dan konseling terutama diarhkan untuk membantu kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama belajar di sekolah, maka sekarang diarahkan pada masa sesudah pendidikan di sekolah. Sehingga pelayanan bimbingan dan konseling lebih bermakna sebagai penunjang pada persiapan siswa dalam menghadapi masa depan.

icpwa