Opsi dari Gubernur untuk Honorer

Opsi dari Gubernur untuk Honorer

Opsi dari Gubernur untuk Honorer

Opsi dari Gubernur untuk Honorer

Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, menerima perwakilan guru honorer Jawa Barat di Ruang Rapat Manglayang, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 2 Oktober 2018. Pertemuan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi dan Sekretaris Dinas, Firman Adam.

Salah seroang perwakilan guru honorer dari SMAN 6 Tambun Selatan,

Kab. Bekasi, Dede Ismail mengharapkan para guru honorer memiliki legalitas dengan memiliki SK dari gubenur.

Selain itu, mereka juga mengharapkan adanya peningkatan kesejahteraan. Honorarium yang selama ini didapat sebesar Rp 85.000 perjam dengan beban mengajar maksmil 24 jam. Tetapi jumlah tersebut di beberapa wilayah tidak setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

“Aspirasi dari kami yang paling utama adalah ingin mendapatkan SK Gubernur untuk para guru honorer. Serta, meningkatnya kesejahteraan kami yang sudah bekerja belasan tahun,” ujar Dede.

Menanggapi hal tersebut, Emil, sapaan akrab Ridawan Kamil menjelaskan

pemerintah tentunya memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) untuk mensejahterakan rakyartnya. Jawa Barat memiliki jumlah penduduk sekitar 50 juta orang, dengan 27 kota/kabupaten. Sedangkan, APBN yang dikeluarkan dari pusat berbanding lurus dengan jumlah daerah, bukan dengan jumlah penduduk. Hal ini mengakibatkan tingkat kesejahteraan menjadi terkendala.

“Oleh karena itu, kami akan mempersiapkan pemekaran di 10 wilayah. Sehingga, dana yang turun dari pusat ke daerah akan lebih banyak,” ungkap Emil.

Pada dunia pendidikan, Emil menambahkan setiap daerah memiliki kemampuann keuangan yang berbeda-beda. Dengan begitu, setiap daerah tidak bisa menyamaratakan asumsi bahwa semua daerah mampu memberikan kesejahteraan bagi guru. Itu Semua harus dihitung dengan seksama. Angka-angka tersebut tentunya akan keluar setelah memperhitungkan aspek lain sesuai dengan keadilan.

“Adil itu adalah menempatkan segala sesuatu sesuai takarannya.

Beri saya waktu merumuskan satu satu. Saya sekarang sedang mencari iktiar dan tinggal bapak ibu beri kepercayaan,” ujar Emil.

Selain dengan meningkatkan honorarium, Emil juga memberi opsi untk meningkatkan kesejahteraan guru dengan sebuah program. Misalnya dengan kartu guru honorer, rumah bersubsidi, kendaraan umum gratis untuk guru honorer, biaya kesahatan murah, dan sebagainya.

Disinggung soal SK honorer dari gubernur, Emil mengatakan jika hal tersebut sesuai dengan hak guru honorer, maka ia tidak akan menunda-nunda. Ia akan mengintruksikan pada jajarannya untuk mengecek guru honorer di setiap kabupaten/kota yang perlu mendapatkan SK Gubernur.

“Setelah perbincangan ini akan ada perbincanagan selanjutnya, beri kami kesempatan untuk meng-follow up,” ujar Emil.***

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/sejarah-lahirnya-pramuka/

icpwa