Model Pemanfatan TIK dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

Model Pemanfatan TIK dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

Model Pemanfatan TIK dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

Model Pemanfatan TIK dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

Pemanfaatan TIK Sebagai media pembelajaran bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software. Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang tersedia dan jenis metode pembelajaran yang akan digunakan. Wahidin (2009:12) menyatakan bahwa “terdapat beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya adalah presentasi, demontrasi, virtual experiment, dan kelas virtual”. Secara lebih jelas dapat dirincikan sebagai berikut :
(1)   Presentasi
Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan sebuah komputer atau notbook dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. Software yang paling banyak digunakan untuk presentasi adalah Microsoft Powerpoint. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan presentasi, diantaranya:
(a)    Jangan terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan.
(b)   Tulisan jangan terlalu kecil karena harus dilihat oleh banyak siswa.
(c)    Perbanyak memasukkan gambar dan animasi
(d)   Usahakan bentuk presentasi yang interaktif.
(2)   Demonstrasi
Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film cara-cara melakukan suatu kegiatan, misalnya cara melakukan penghitungan dalam matematika atau tata cara praktek tertentu yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. Sehingga dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut. Cara lain adalah memanfaatkan media internet, kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia).
(3)   Virtual experiment
Maksud dari virtual experiment disini adalah suatu kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer. Anak bisa melakukan beberapa eksperimen dengan memanfaatkan software virtual
(4)   Kelas virtual (Virtual Class)
Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web. Dengan demikian guru juga memperoleh kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil pembelajaran siswa.
Sebenarnya banyak bentuk pemanfaatan TIK lainnya yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Tetapi semua itu tergantung kepada kita bagaimana cara memanfaatkannya.
Dari semua penjelasan tiap-tiap variabel diatas dapat kita gambarkan secara singkat contoh pelaksanaan layanan penguasaan konten dengan dukungan tampilan pustaka berbasis TIK ini sebagaimana berikut : Misalnya kita ambil variabel pertama dari motivasi belajar yaitu tekun menghadapi tugas. Untuk mencapai variabel ini salah satu indikator yang harus dipenuhi adalah minat. Oleh sebab itu layanan konten yang diberikan adalah tentang cara menumbuhkan minat dalam belajar.
Pemanfaatan media TIK disini dapat dilakukan dengan model presentasi atau demonstrasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara dalam layanan pertama kali ditampilkannya beberapa cuplikan film yang didalamnya terdapat sebuah model karakter yang menunjukkan minat dan ketekunan dalam belajar atau sebuah tampilan media flash yang berisi konten serupa. Media film ataupun flash disini merupakan bentuk pemanfaatan TIK dalam layanan karena akan sangat membantu proses layanan dan pemahaman bagi siswa, selain itu penggunaan media film juga merupakan wujud dari salah satu penggunaan kegiatan dukungan tampilan kepustakaan dalam bentuk audio visual.
Proses layanan tentunya tidak berhenti pada penampilan pustaka film begitu saja melainkan ditindaklanjuti dengan penyampaian materi yang dapat dilakukan dengan diskusi tentang apa yang telah dipresentasikan terkait dengan tema layanan. Proses ini tentunya akan lebih menarik bagi siswa serta memberikan susana belajar yang baru karena hal semacam ini secara langsung mengandung beberapa aspek yang mendukung timbulnya motivasi belajar seperti komunikasi yang terbuka, kebermaknaan dan kondisi yang menyenangkan.
Selain itu kegiatan lajutan dari layanan ini dapat dilakukan dengan cara penugasan kepada siswa untuk mencari pustaka yang ada baik itu dari buku, internet maupun yang lain tentang tema layanan yang dilakukan atau tema layanan berikutnya agar dapat dibahas dengan lebih maksimal. Kegiatan lanjutan ini selain merupakan bagian dari layanan penguasaan konten itu sendiri yang mengajarkan siswa untuk memanfaatkan unsur ekstrinsik yang ada untuk memotivasi dirinya dalam belajar juga merupakan bentuk dari kegiatan pendukung tampilan kepustakaan.

Dengan model pemberian layanan penguasaan konten dengan dukungan tampilan kepustakaan berbasis TIK semacan ini tentunya diharapkan akan dapat membantu dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa baik itu dari sisi intrinsik maupun ekstrinsik.

icpwa