Mengenal Karakteristik Perencanaan Kurikulum

Mengenal Karakteristik Perencanaan Kurikulum

Mengenal Karakteristik Perencanaan Kurikulum

Mengenal Karakteristik Perencanaan Kurikulum

1. Fungsi perencanaan kurikulum

Pemimpin perlu menyusun perencanaan kurikulum secara cermat, teliti, menyeluruh, dan rinci, karena memiliki multi fungsi sebagai berikut:

v Perencanaan kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau alat menejemen, yang berisikan petunjuk tentang jenis dan sumber peserta yang diperlukan, media penyampaiannya, tindakan yang perlu dilakukan ,sumber biaya dan tenaga, sarana yang diperlukan sistem control dan evaluasi, pern unsure – unsur ketenagaan untuk mencapai tujuan menejemen organisasi

v Perencanaan kurikulum berfungsi sebagai penggerak roda organisasi dan tata laksana untuk menciptakan perubahan dalam masyarakat sesuai dengan tujuan oranisasi. Perencanaan kurikulum yang matang besar sumbangannya terhadap pembuatan keputusan pemimpinan, oleh karena itu perlu memuat informasi kebijakan yang relevan, disamping seni kepemimpinan dan pengetahuan yang dimilikinya

v Perencanaan kurikulum berfungsi sebagai motivasi untuk melaksanakan sistem pendidikan sehingga mencapai hasil yang optimal

2. Model Perencanaan Kurikulum

Model – model perencanaan dalam kurikulum antara lain :

a. Model perencanaan rasional deduktif atau rasional Tyler, menitikberatkan logika dalam merancang program kurikulum dan bertitik tolak dari spesifikasi tujuan (goals and objectives) tetapi cenderung mengabaikan problematika dalam lingkungan tugas, model ini dapat diterapakan pada semua pembuatan keputusan

b. Model interaktif rasional (the rational- interactive model, memandang rasionalitas sebagai tuntutan kesepakatan antara pendapat – pendapat yang berbeda, tidak mengikuti urutan logika, perencanaan kurikulum dipandang sebagai suatu masalah “perencanaan dengan”(planning with) daripada “perencanaan bagi”(planning for). Sering kali model ini dinamankan situasional, asumsi rasionalitasnya menekankan pada respon fleksibel kurikulum yang tidak memuaskan dan insiatif pada tingkat sekolah atau tinggat lokal, hal ini mungkin merupakan refleksi suatu keyakinan ideologis masyarakat demokrasi atau pengmbangan kurikulum berbasis sekolah. Implementasi rencana merupakan fase krusial dalam pengembangan kurikulum, dimana diperlukan saling beradaptasi antara perencanaan dan pengguna kurikulum

c. “The Disciplines Model” perencanaan ini menitikberatkan pada guru – guru , mereka sendiri yang merencanakan kurikulum berdasarkan pertimbangan sistematik tentang relevansi pengetahuan filosofi, (isu- isu pengetahuan yang bermakna )

3. Sifat Perencanaan kurikulum

Suatu perencanaan kurikulum memiliki sifat – sifat sebagai berikut :

– Bersifat strategis, karena merupakan instrumen yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan nasional

– Bersifat komprehensif, yang mencakup keseluruhan aspek – aspek kehidupan masyarakat

– Bersifat intergratif, yang mengintergrasi rencana yang luas yang mencakup pengembangan dimensi kualitas dan kuantitas

– Bersifat realistik, berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik dalam kebutuhan masyarakat

– Bersifat humanistik, menitik beratkan pada pengembangan sumber daya manusia, baik kuantitatif maupun kualitatif

– Bersifat futuralistik, mengacu jauh kedepan falam merencanakan masyarakat yang maju

– Merupakan bagian intergral yang mendukung menejemen pendidikan secara sistematik

– Perencanaan kurikulum mengacu pada pengembangna kompetensi sesuia dengan standar nasional

– Bededivikasi umtuk menlayani keragaman peserta didik

– Bersifat desentralisasi, karena dikembangkan oleh daerah sesuai dengan kondisi dan potensi daerah

(Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/)

icpwa