Macam-macam Teori Belajar

  1. Macam-macam Teori Belajar

  1. Teori Belajar menurut Psikologi Daya

Teori ini berpendapat bahwa otak manusia mempunyai bagian-bagian yang berfungsi mengamati, menangkap, berpikir, dan mengingat. Bagian-bagian itu atau fungsi-fungsi itu perlu dilatih, selain untuk mempertajam daya-daya tersebut juga untuk menghemat penggunaan otak agar tidak cepat aus. Belajar menurut teori ilmu jiwa daya adalah mengasah fungsi-fungsi otak dengan cara melatih daya jiwa tertentu.

  1. Teori Tanggapan

Macam-macam Teori Belajar

Teori ini didasari oleh pendapat bahwa unsure jiwa manusia yang paling penting adalah tanggapan. Tanggapan ialah gambaran yang diperoleh seseorang melalui proses atau kegiatan inderanya maupun proses jiwanya yang tertinggal dalam otak.

  1. Teori Asosiasi

Teori ini berdasarkan pada pendapat bahwa hubungan antara stimulus dan respons. Stimulus adalah perangsang dari luar yang menggerakan siswa sedangkan respons adalah jawaban atau reaksi terhadap rangsangan tersebut.

  1. Prinsip Belajar

Prinsip belajar ialah petunjuk atau cara yang perlu diikuti untuk melakukan kegiatan belajar. Siswa akan berhasil dalam belajarnnya jika memperhatiakn prinsip-prinsip belajar. Prinsip belajar akan menjadi pedoman bagi siswa untuk melakukan proses pembelajaran. Dengan memerhatikan berbagai macam teori di atas, maka dapat didapat beberapa prinsip belajar:

ü    Belajar dengan menghafal dan mengingat.

ü    Belajar dengan mengulang-ngulang sehingga timbul menjadi kebiasaan.

ü Belajar dengan memasukkan tanggapan sebanyak-banyaknya dan sejelas-jelasnya.

ü Belajar terjadi pada kita apabila ada pengertian, yaitu adanya kejelasan arti atau makna bagi kita.

ü Belajar merupakan reorganisasi pengalaman, berarti dalam belajar memanfaatkan dan menyusun pengalaman yang dimiliki.

ü Belajar bersifat pribadi, artinya masing-masing individu memiliki dorongan, tujuan dan cara belajar serta pencapaian hasil belajar sendiri-sendiri.

ü Belajar disertasi aktivitas individu. Terkenal dengan sebutan “Cara Belajar Siswa Aktif atau CBSA.”

ü Belajar berdasarkan keseluruhan antara berbagai pengetahuan fungsi jiwa, raga, individu dan social serta religi, antara manusia dan lingkungannya.

ü    Belajar berlangsung terus-menerus, berkesiambungan.

ü Belajar terjadi peralihan atau transfer, artinya hal-hal yang dipelajari dapat dialihkan ke bidang lain, sehingga dapat membantu siswa menghadapi dan memecahkan masalah dalam hidupnya.

Made Pidarta mengutip pendapat Gagne, yang mengatakan bahwa prinsip belajar meliputi :

  1. Kontiguitas, memberikan situasi atau materi yang mirip dengan harapan pendidik tentang respon anak yang diharapkan, beberapa kali secara berturut-turut.
  2. Pengulangan, situasi dan respon anak diulang-ulang atau dipraktekkan agar belajar lebih sempurna dan lebih lama diingat.
  3. Penguatan, respon yang benar misalnya diberi hadiah untuk mempertahankan dan menguatkan respon itu.
  4. Motivasi positif dan percaya diri dalam belajar.
  5. Tersedia materi pelajaran yang lengkap untuk memancing aktivitas anak-anak.
  6. Ada upaya membangkitkan ketrampilan intelektual untuk belajar seperti apersepsi dalam mengajar.
  7. Ada strategi yang tepat untuk mengaktifkan anak-anak dalam belajar.
  8. Aspek-aspek jiwa anak harus dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam pengajaran.

Sobry Sutikno, dalam buku Belajar dan Pembelajaran mengemukakan ada 8 prinsip-prinsip belajar yang harus diketahui, antara lain :

  1. Belajar perlu memiliki pengalaman dasar
  2. Belajar harus bertujuan yang jelas dan terarah
  3. Belajar memerlukan situasi yang sistematis
  4. Belajar harus memilki tekat dan kemauan yang keras
  5. Belajar memerlukan arahan dan bimbingan.
  6. Belajar memerlukan latihan
  7. Belajar memerlukan metode yang tepat

sumber :

Teeny Titans – Teen Titans Go! 1.2.1 Apk + Mod

icpwa