LIPI Dorong Universitas Terbuka Buka Program S-3

LIPI Dorong Universitas Terbuka Buka Program S-3

LIPI Dorong Universitas Terbuka Buka Program S-3

LIPI Dorong Universitas Terbuka Buka Program S-3

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko, mengatakan,

sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) yang dijalankan Universitas Terbuka (UT) selama 34 tahun menjadi salah satu peluang besar bagi UT untuk menjalin kerja sama riset dengan LIPI. Pasalnya, LIPI memiliki dana untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi (PT) dalam melakukan riset.

Oleh karena itu, Handoko mendorong Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UT untuk segera membuka program doktoral atau S3 melalui riset. Pasalnya, sistem PJJ sangat mendukung program tersebut karena para mahasiswa tidak perlu datang ke kampus tapi dapat menjalankan perkuliahan dari tempatnya masing-masing.

Dijelaskan Handoko, program pendanaan riset ini telah dinisiasi sejak tahun lalu.

LIPI bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) seperti Universitas Indonesia(UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan sumber pendanaan Bappenas.

“Selama ini kami (LIPI, red) bekerja sama dengan PTN BH dengan skema programnya yang memungkinkan mahasiswa S2 riset untuk melanjutkan studi berbasis riset murni. Sehingga segala tuntutan satuan kredit semester (SKS) kuliah dikonversi dan diganti dengan publikasi. Saya melihat UT memiliki peluang untuk menjalankan ini karena sistem pendidikan jarak jauh sangat mendukung program ini. Saya akan dorong UT membuka FMIPA S3 untuk riset karena pendanaan dan regulasi ada di saya (LIPI, red),” kata Handoko pada Seminar Nasional FMIPA UT yang bertemakan “Peran Matematika Sains dan Teknologi dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” di Gedung UTCC, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/10).

Seminar ini termasuk dalam rangkaian Dies Natalis UT ke-34 dan diikuti oleh 300 pemakalah

dari berbagai elemen dengan latar akademik maupun profesional. Selain itu, seminar tersebut merupakan agenda tahunan FMIPA untuk meluncurkan buku sebagai bentuk sumbangan pemikiran kepada para akademisi Indonesia.

Selanjutnya, Handoko menjelaskan, program riset ini selaras dengan sistem pendidikan UT yang tidak mengutamakan tatap muka. Untuk itu, ia optimistis UT bisa menjalankan program S3 riset ini. Pasalnya, dalam program tersebut, para mahasiswa S3 tidak perlu meninggalkan tempat bekerja dan diperbolehkan melakukan riset dari tempat bekerja.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

icpwa