Kurikulum 2013 di Depok baru terealisasi 30 Persen

Kurikulum 2013 di Depok baru terealisasi 30 Persen

Kurikulum 2013 di Depok baru terealisasi 30 Persen

Kurikulum 2013 di Depok baru terealisasi 30 Persen

Kurikulum 2013 di Depok baru berjalan efektif 30 persen

. Hal itu diakui Dinas Pendidikan Kota Depok karena terkendalanya sarana dan prasarana pendidikan di tiap sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Hery Pansila mengatakan kurikulum 2013 tak hanya membuat anak didik sekadar bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung), tetapi juga dibekali dengan keterampilan. Jika seorang siswa memiliki bakat kesenian atau bela diri, maka akan diajarkan dan dikombinasikan dengan materi akademis.

“Sehingga akan tercipta anak yang berbudi luhur

, akhlak yang baik menghormati orang tua dan guru, itu ciri-ciri anak yang unggul, bisa juga lewat kepramukaan,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu (5/10/2013).

Hery mengakui saat ini penerapan Kurikulum 2013 di Depok baru 30 persen. Hal itu disebabkan terkendalanya saranan dan prasaranan di tiap sekolah yang menunjang program tersebut.

“Jadi memang baru 30 persen, di SD yakni kelas 1 sampai kelas 4

, SMP kelas 7, dan SMA kelas 10, karena enggak semua sekolah memiliki sarana dan prasarana itu, karena kan selain pengetahuan dan akademis, kan harus ada keterampilan seperti sarana bengkel musik, atau laboratorium, belum semua sekolah punya fasilitas itu,” paparnya.

Hery mengungkapkan bahwa pihaknya juga menggelontorkan APBD untuk menunjang kurikulum 2013 berupa pembangunan laboratorium bahasa. Targetnya, kata dia, sekolah agar bisa memetakan bakat siswa.

Di Depok juga sudah ada TK negeri, dan ada alat peraga untuk bahan pengajarannya, mudah-mudahan kami bisa meningkatkan sarana dan prasarana kedepannya,” jelasnya.

Baca juga berita Menag yakin kurikulum 2013 berjalan lancar.

 

Baca Juga :

 

 

icpwa