KPU Jabar Sebut Angka Golput Menurun

KPU Jabar Sebut Angka Golput Menurun

KPU Jabar Sebut Angka Golput Menurun

KPU Jabar Sebut Angka Golput Menurun

BANDUNG-Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan

, di sejumlah kota besar yang sebelumnya mengalami tingkat golput yang cukup tinggi kini berbanding terbalik pada Pilgub Jabar 2018, seperti di Kota Bandung dengan partisipasi 78 persen, Kota Depok dan Kota Bekasi di angka 70 persen.

Berdasarkan hasil tersebut, maka Pesta Demokrasi Pilkada Jabar, bisa menjadi jembatan emas bagi masyarakat dalam memperbaiki nasib kehidupannya untuk lima tahun ke depan.

“Keberhasilan ini berkat kerja keras bersama dari seluruh pihak, juga kesadaran

masyarakat untuk turut menyukseskan pesta demokrasi ini,” katanya kepada wartawan pada Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan “Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung Tahun 2018 tingkat Kota Bandung” di Hotel Papandayan,  Bandung, Kamis (5/7/2018).

Yayat berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan pada periode selanjutnya.

Adapun, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Jawa Barat mencapai 72 persen. Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding periode sebelumnya.

“Sebelumnya kami belum terpikir dapat mencapai lebih dari 70 persen, karena biasanya di atas 60 persen

. Jadi partisipasi masyarakat dalam pilkada tahun ini cukup luar biasa,” ungkapnya.

Selain itu, KPU Jabar mengapresiasi beberapa kandidat kepala daerah, baik di pemelihaan tingkat walikota, bupati maupun gubernur. Pasalnya, mereka dapat menerima kekalahan maupun mengakui kemenangan dari salah satu paslon dengan lapang dada dalam hasil hitung cepat (quick count), walaupun penetapan hasil real count KPU belum dilakukan.

Seperti diketahui bersama, angka partisipasi masyarakat pada tahun 2009 sebanyak 67,31 persen dengan 27.933.259 DPT. Sementara Pilgub Jabar 2013 lalu di mana DPT-nya mencapai 32.440.236, namun masyarakat yang menggunakan hak suaranya hanya 63,85 persen.

“Prestasi ini harus terus pertahankan dan tingkatkan di masa yang akan datang. Sehingga gelaran Pilkada ini dapat menjadi pendidikan politik bagi masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya. (Pun)

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/kulit-rambut-dan-kuku-termasuk-kedalam-sistem/

icpwa