“Kompetisi Sains Madrasah 2019” Perkokoh Madrasah Hebat Bermartabat

“Kompetisi Sains Madrasah 2019” Perkokoh Madrasah Hebat Bermartabat

Kompetisi Sains Madrasah 2019 Perkokoh Madrasah Hebat Bermartabat

Kompetisi Sains Madrasah 2019 Perkokoh Madrasah Hebat Bermartabat

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan,  dan Kesiswaan

(KSKK) Madrasah, Ahmad Umar berharap ‘Kompetisi Sains Madrasah’ (KSM) Nasional 2019 dapat menjadi momentum untuk memperkokoh slogan Madrasah Hebat Bermartabat.

“Siswa-siswi terbaik dari Madrasah se-Indonesia yang hadir hari ini bukan sekadar membawa nama Madrasahnya masing masing. Namun kami yakin mereka adalah generasi Muslim harapan bangsa Indonesia,” ujar Ahmad Umar saat mewakili Dirjen Pendidikan Islam sampaikan laporan pada Pembukaan KSM Nasional di Manado, Selasa (17/09).

KSM tahun ini merupakan gelaran yang ke VIII kalinya. KSM pertama berlangsung tahun 2012.

 

“Tidak kurang dari 550 siswa terbaik dari seleksi ribuan siswa se Indonesia

akan berkompetisi dalam ajang ini,” ujar Ahmad Umar.

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 dibuka pada Selasa (17/9) kemarin, oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, ditandai dengan pemukulan gong didampingi Wakil Gubernur Sulut, Steven O. E. Kandow.

“Di sini pula kita akan menyaksikan 54 inovasi hasil penelitian dari 1.018 proposal dalam ajang expo Madrasah riset,” sambung Ahmad Umar.

Ia menambahkan, ada sejumlah ketentuan dan tahapan kegiatan KSM tahun 2019. Di antaranya, peserta KSM Nasional diikuti oleh siswa terbaik per bidang studi di tingkat provinsi dan siswa terbaik 16 besar Nasional berdasarkan hasil seleksi KSM provinsi.

 

Setiap provinsi mengirimkan satu siswa terbaik per bidang studi yang dilombakan

dan siswa terbaik 16 Nasional.

“Seleksi KSM Nasional dilakukan secara serentak dengan menggunakan sistem Tes Berbasis komputer atau computer based test,” ujarnya.

Tujuan KSM 2019 secara umum, lanjut Ahmad Umar, adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan sains di Madrasah secara komprehensif dan interaktif. KSM 2019 mengusung semangat integrasi sains dan ilmu keislaman dalam pembelajaran.

“Kemenag menilai selama ini proses integrasi itu masih cenderung berkutat pada level ide dan wacana saja. KSM 2019 merupakan bukti dan realisasi dari wacana tersebut,” ujar Ahmad Umar.

Kemenag berharap, dari Madrasah tidak hanya lahir ilmuwan dan cendekiawan yang menguasai sains saja, melainkan juga ilmuwan dan cendekiawan yang memahami ajaran keislaman yang mamadai

 

Sumber :

https://iway.rosemont.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Organization_of_African_American_Students/Home.jnz?portlet=Discussion_Board&screen=PostView&screenType=change&id=39005c5d-4db5-4a97-b8d4-83c29d27479e

icpwa