Komisi VIII Targetkan Biaya Haji 2015 Menurun

Komisi VIII Targetkan Biaya Haji 2015 Menurun

Komisi VIII Targetkan Biaya Haji 2015 Menurun

Komisi VIII Targetkan Biaya Haji 2015 Menurun

Jakarta (15/4) – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Ledia Hanifa Amalia dalam release yang diterima jabarprov.go.id, pekan ini mengatakan, pada 2015 biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) ditargetkan turun.

Beberapa faktor yang dapat ditekan untuk menurunkan BPIH 2015, diantaranya penerbangan. Menurutnya, prediksi turunnya harga avtur pada musim haji sekitar 20% seharusnya diikuti dengan turunnya harga tiket."Stakeholder pengelola ground handling dan lain-lainnya dalam sistem support penerbangan juga sepakat turunkan biaya. Jadi semakin besar peluang turunnya peluang turunnya.

Hal lain yang dapat mempengaruhi harga penerbangan agar dapat bersaing

adalah jika tender dibuka secara Internasional sehingga persaingan lebih ketat. Memajukan maskapai nasional memang penting, tetapi tetap harus ada kesempatan terbuka, dan ini berarti maskapai nasional pun terus terdorong memberi layanan terbaik pada jamaah. Apalagi maskapai nasional kita keuntungan terbesarnya dari Haji. Selayaknyalah memberi pelayanan terbaik termasuk dengan memberi harga murahpada jamaah.

Pemondokan juga termasuk komponen yang bisa ditekan biayanya. Apalagi saat ini adanya pembongkaran pemondokan di sekitar Masjidil Haram membuat jarak pemondokan lebih jauh, sehingga logikanya harga yang didapat tentu lebih murah.

Kondisi eksisting, lebih dari 50% pemondokan yang didapat Jamaah Haji Indonesia

, jaraknya di atas 2 kilometer (Km) dari Masjidil Haram. Logikanya semakin jauh pemondokan harganya lebih murah. Apalagi jika nego pemondokan dilakukan dengan pemilik langsung. Sayangnya 90% pondokan yang dipakai dinego dengan bukan pemilik langsung.
Ledia, menambahkan dari hasil pengawasan ke Arab Saudi, Ledia didapat informasi bahwa pihak penyewaan pemondokan mengaku sesungguhnya lebih suka disewa oleh jamaah asal Indonesia karena jamaah Indonesia dinilai lebih rapi dan resik dalam menggunakan pondokan .

Dengan kondisini ini, bisa menaikkan posisi tawar, artinya banyak peluang kita untuk menekan harga sewa, tinggal kemauan tim nego saja. Misalnya saja berhasil menurunkan harga SR300 per orang itu artinya sudah berhemat luar biasa besar karena jamaah termasuk petugas kita sekitar 160 ribu orang.
Sementara itu, ujar Leida tentang penggunaan Indirect Cost (IC) atau komponen biaya dari hasil optimalisasi setoran dana awal haji, banyak pendapat mengatakan bahwa biaya IC yang dipakai harusnya hanya milik jamaah yang berangkat pada tahun tersebut. (SN)

 

Sumber :

https://steemit.com/blog/@alistudio/pengertian-pemasaran-global-dan-contoh-manfaat-serta-konsepnya

icpwa