Klasifikasi Zat Padat, Cair dan Gas

Klasifikasi Zat Padat, Cair dan Gas

Klasifikasi Zat Padat, Cair dan Gas

Zat tunggal

Zat tunggal ialah materi yang memiliki susunan partikel yang tidak mudah dirubah serta juga memilik komposisi yang tetap. Zat tunggal juga dapat diklasifikasikan ialah sebagai unsur dan senyawa. Zat tunggal tersebut berupa sebagai zat yang tidak dapat diuraikan dan menjadi zat lain yang lebih sederhana. Unsur besi tidak bisa dapat diuraikan menjadi zat lain, apabila ukuran besi ini diperkecil, yang pada suatu saat akan didapatkan bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi yang disebut dengan dengan atom besi.


Unsur di alam dapat dibagi menjadi 2(dua) bagian besar ialah sebagai berikut  ;

  • unsur logam
    Unsur logam pada umumnya berbentuk padat kecuali pada unsur air raksa atau mercury (Hg), yang menghantarkan arus listrik dan juga panas.
  • Non logam(bukan logam)
    Unsur non logam memilki sifat yang berbeda , ialah seperti ; tidak dapat menghantarkan arus listrik, panas dan juga bersifat sebagai isolator.
    Wujud unsur non logam ialah berupa gas.
  • Zat tunggal ialah berupa senyawa yang didefinisikan ialah sebagai zat yang dibentuk dari berbagai jenis unsur yang saling terikat dan terhubung secara kimia serta memiliki komposisi yang tetap.

Senyawa Organik didefinisikan ialah sebagai senyawa yang dibangun oleh unsur karbon yang sebagai kerangka utamanya.
Senyawa Anorganik ialah senyawa-senyawa yang tidak disusun dari atom karbon, yang pada umumnya senyawa tersebut ditemukan di alam,


Zat Campuran

Zat Campuran ialah materi yang disusun dari beberapa zat tunggal baik itu yang berupa unsur atau senyawa dengan komposisi yang tidak tetap. Didalam campuran ini memiliki sifat dari materi penyusunnya ialah tidak berubah.


Zat Campuran dapat dibagi menjadi 2(dua) jenis, ialah sebagai berikut :

  1. campuran homogen
    Campuran homogen ialah campuran yang serba sama yang materi-materi penyusunnya berinteraksi, tetapi tidak membentuk zat baru. Campuran homogen juga dapat berbentuk ialah sebagai campuran antara logam dengan logam.
  2. campuran heterogen
    Campuran heterogen ialah campuran serba aneka, dimana pada materi-materi penyusunnya tidak berinteraksi, sehingga dapat mengamati dengan jelas dari materi penyusun campuran tersebut Campuran heterogen tidak memerlukan komposisi yang tetap seperti halnya senyawa, apabila kita mencampurkan dua materi atau lebih maka akan terjadi campuran.

Zat Kimia

Zat kimia adalah semua materi dengan komposisi kimia tertentu [1]. Sebagai contoh, suatu cuplikan air memiliki sifat yang sama dan rasio hidrogen terhadap oksigen yang sama baik jika cuplikan tersebut diambil dari sungai maupun dibuat di laboratorium. Suatu zat murni tidak dapat dipisahkan menjadi zat lain dengan proses mekanis apapun [2]. Zat kimia yang umum ditemukan sehari-hari antara lain adalah air, garam (natrium klorida), dan gula (sukrosa). Secara umum, zat terdapat dalam bentuk padat, cair, atau gas, dan dapat mengalami perubahan fase zat sesuai dengan perubahan temperatur atau tekanan.


Konsep mengenai zat kimia terbentuk jelas pada akhir abad ke-18 dengan karya kimiawan Joseph Proust mengenai komposisi beberapa senyawa kimia murni [3]. Ia menyatakan “Semua cuplikan suatu senyawa memiliki komposisi yang sama; yaitu bahwa semua cuplikan memiliki proporsi yang sama, berdasarkan massa, dari unsur yang terdapat dalam senyawa tersebut”. Ini dikenal sebagai hukum komposisi tetap, dan merupakan salah satu dasar dari kimia modern.


Sumber:

https://littlehorribles.com/game-of-kings-apk/

icpwa