Klasifikasi Konstitusi

 Klasifikasi Konstitusi

Konstitusi dapat di klasifikasikan sebagai berikut :

  1. Konstitusi tertulis dan tidak tertulis
  2. Konstitusi tertulis merupakan suatu instrument atau dokumen yang dapat dijumpai pada sejumlah hokum dasar yang diadopsi atau dirancang oleh para penyusun konstitusi dengan tujuan untuk memberikan ruang lingkup seluas mungkin bagi proses undang-undang biasa untuk mengembangkan konstitusi itu sendiri dalam aturan-aturang yang sudah disiapkan.
  3. Konstitusi tidak tertulis dalam perumusannya tidak membutuhkan proses yang panjang misalnya dalam penentuan Qourum, Amandemen, Referendum dan konvensi.
  4. Konstitusi Fleksibel dan Konstitusi Kaku

1)  Ciri-ciri konstitusi fleksibel yaitu

  1. Elastic
  2. Diumumkan dan diubah dengan cara yang sama.

2) Cirri-ciri konstitusi yang kaku

  1. Mempunyai kedudukan dan derajat yang lebih tinggi danperaturan undang-undang yang lain.
  2. Hanya dapat diubah dengan cara yang khusus, istimewa danpersyaratan yang berat.
  3. Konstitusi derajat tinggi dan komstitusi derajat tidak tinggi

1) Konstitusi derajat tinggi ialah konstitusi yang mempunyai derajat kedudukan yang paling tinggi dalam Negara dan berada diatas peraturan perundang-undang yang lain.

2) Konstitusi tidak derajat tinggi ialah konstitusi yang tidak mempunyai kedudukan serta derajat.

  1. Konstitusi serikat dan konstitusi kesatuan

1) Jika bentuk Negara itu serikat maka akan didapatkan system pembagian kekuasaan antara pemerintah Negara serikat dengan pemerintah Negara bagian.

2) Dalam Negara kesatuan, pembagian kekuasaan tidak dijumpai karena seluruh kekuasaannya terpusat pada pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam konstitusi.

  1. Konstitusi system pemerintahan presidensial dan konstitusi system pemerintahan parlementer.

Konstitusi yang mengatur beberapa ciri-ciri system pemerintrahan presidensial dapat diklasifikasikan kedalam konstitusi system pemerintah presidensial begitu pula sebaliknya.

 

icpwa