Keluarga Sehat

Keluarga Sehat

Keluarga terdiri dari pasangan suami isteri yang sah dan anak. Hal ini merupakan pengertian dari keluarga inti (nucklear family). Adapun cakupan pengertian keluarga secara luas adalah keluarga terdiri dari pasangan suami isteri yang sah, anak serta anggota keluarga yang lain yang tinggal didalam keluarga tersebut. Hal ini disebut juga keluarga dalam arti lebih luas atau extended family. Keluarga yang sehat tentunya harus dibentuk oleh individu-individu yang sehat dalam keluarga tersebut. Dilihat aspek kesehatan reproduksi ada fase dalam keluarga. Hal ini dapat dilihat dari skema pola perencanaan keluarga dibawah ini.

  1. Fase menunda atau mencegah kehamilan bagi pasangan suami isteri dengan kurang dari 20 tahun dianjurkan untuk menunda kehamilannya. Alas an menunda atau mencegah kehamilan adalah umur kurang dari 20 tahu adalah usia yang sebaikanya tidak mempunyai anak dahulu, karena organ reproduksi belum matang, sehingga resiko penyulit atau komplikasi terkait dengan kehamilan, persalinan dan nifas sangat tinggi.
  2. Fase menjarangkan kehamilan pada periode usia isteri antara 20-30/35 tahun merupakan periode usia paling baik untuk hamil, melahirkan, dengan jumlah anak 2 orang dan jarak antara kelahiran adalah 2-4 tahun.
  3. Fase menghentikan atau mengakhiri kehamilan atau kesuburan

Adalah periode usia isteri diatas 35 tahun, sebaiknya mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 orang anak, karena jika terjadi kehamilan, persalinan pada periode ini ibu mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi obstetric, misalnya perdarahan, pre-eklamsi, eklamsi, persalinan lama, atonia uteri. Pada usia yang lebih tua juga mempunyai resiko untuk terjadinya penyakit yang lain, misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, keganasan dan kelainan metabolic biasanya meningkat.

Keluarga yang sehat membentuk masyarakat dan bangsa yang sehat dan generasi penerus bangsa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Sikap dan Perilaku pada Masa Kehamilan dan Persalinan

Secara umum sikap adalah sebagai kecendurungan untuk berespon secara positif dan negtif terhadap objek atau situasi tertentu. Sikap mengandung penilaian emosional (komponen afektif), pengetahuan tentang suatu objek (komponen kognitif) dan kecenderungan untuk bertindak (komponen konatif). Sikap dapat berubaha dengan diperolehnya tambahan informasi tentang objek tertentu. Sikap adalah suatu tingkatan afeksi baik yang bersifat positif maupun negatif dalam hubungannya dengan objek-objek psikologis.

Afeksi yang positif yaitu afeksi senang, sedangkan afeksi negatif adalah afeksi yang tidak menyenangkan. Sikap merupakan organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatif ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu dan memeberiakan dasar kepada orang untuk berespon atau berprilaku dalam cara yang dipilih.

Sikap adalah perbuatan, perilaku, gerak-gerik yang berdasarkan pada penderian, pendapat atau keyakinan. Pengukuran sikap dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung dapat ditanyakan bagaimana pendapat atau pernyataan respon terhadap suatu objek. Sikap merupakan suatu pola perilaku, tendesi atau kesiapan antisipatif,  predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan. Sikap juga merupakan evaluasi umum yang dibuat manuasia terhadap diri sendiri, orang lain, objek atu isu-isu. Sikap sebagai keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi) dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek dilingkungan sekitarnya. Komponen kognitif berisi persepsi, kepercayaan dan stereotype yang dimiliki individu mengenai sesuatu.

Sikap adalah kesediaan diri seseorang individu diri seseorang individu melaksanakan suatu tindakan tertentu. Sikap itu dapat bersifat positif dan negatif. Sikap positif tidak membahayakan dalam kehidupan masyarakat, sifat negatif menghambat, menciptakan garis pemisah antara individu. Sikap negatif menghambat, menciptakan garis pemisah antara individu. Sikap negatif merupakan penghalang dalam mengadakan interaksi. Sikap adalah proses mental yang berlaku individual, yang memerlukan respon, baik nyata maupun potensial, sehingga sikap merupakan keadaan jiwa seseorang terhadap suatu nilai. Sikap dapat berupa sikap pandangan atau sikap perasaan. Dari batasan-batasan di atas dapat disimpulkan bahwa sikap adalah bentuk pernyataan suka atau tidak suka dari individu.

Sumber: http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/07/kinemaster-
pro-apk/

icpwa