Jenis,karakter, persebaran, dan pemanfaatan tanah untuk pertanian

Jenis,karakter, persebaran, dan pemanfaatan tanah untuk pertanian

Jenis,karakter, persebaran, dan pemanfaatan tanah untuk pertanian

Jenis,karakter, persebaran, dan pemanfaatan tanah untuk pertanian

Pemanasan Global (catatan mengenai sebabnya)

Pemanasan Global (catatan mengenai akibatnya)Cuaca dan IklimKlimatologi untuk PertanianPerubahan Iklim di BaliSusahnya Memprediksi HujanEl Nino dan La NinaPerlukan Informasi Peringatan Dini Kebencanaan???Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-FergusonHUJANLa Nina kah Penyebab Banjir Dimusim Kemarau?
Bencana CuacaInfo El Nino dan La Nina terkiniIdentifikasi Hubungan Fluktuasi Nilai SOI Terhadap Curah Hujan Bulanan Di Kawasan Batukaru-Bedugul, BaliPerubahan Iklim; Tinjauan PustakaPENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIAHubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan IklimEROSI DAN PERUBAHAN IKLIMPERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: PendahuluanEVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOKApa sih Banjir…?Faktor Penyebab B1.

Regosol

Menurut USDA, regosol merupakan tanah yang termasuk ordo entisol. Secara umum, tanah entisol adalah tanah yang belum mengalami perkembangan yang sempurna, dan hanya memiliki horizon A yang marginal. Contoh yang tergolong entiso adalah tanah yang berada di sekitar aliran sungai, kumpulan debu vulkanik, dan pasir. Umur yang amsih muda menjadikan entisol masih miskin sampah organik sehingga keadaannya kurang menguntungkan bagi sebagian tumbuhan.

Secara spesifik, ciri regosol adalah berbutir kasar, berwarna kelabu sampai kuning,,dan bahan organik rendah. Sifat tanah yang demikian membuat tanah tidak dapat menampung air dan mineral yang dibutuhkan tanaman dengan baik. Dengan kandungan bahan organik yang sedikit dan kurang subur, regosol lebih banyak dimanfaatkan untuk tanaman palawija, tembakau, dan buah-buahan yang juga tidak terlalu banyak membutuhkan air. Regosol banyak tersebar di jawa, Sumatra, dan nusa tenggara yang kesemuanya memiliki gunung berapi.

 

Latosol

Dalam USDA latosol masuk dalam golongan inseptisol. Inseptisol berkembang pada daerah yang lembab. Perkembangan horizon inseptisol berlangsung lambat samapi sedang. Perkembangan yang lambat terjadi karena tanah berada pada ligkungan yang lembab, dingin, dan mugkin genangan-genangan air.

Secara spesifik, latosol merupakan tanah yang berwarna merah hingga coklat sehingga banyak yang menamainya sebagai tanah merah, memiliki profil tanah yang dalam, mudah menyerap air, mudah mneyerap air, memiliki kandungan bahan organik yang sedang, dan pH netral hingga asam. Kadar humus latosol mudah menurun, dan memiliki fosfat yang mudah bersenyawa dengan besi dan almunium. Latosol banyak dijumpai di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bali, Jawa, Minahasa, Papua, dan Sulawesi. Saat ini, jenis tanah latosol banyak digunakan untuk pertanaman palawija, padi, kelapa, karet, dan kopi.

 

Organosol

Organosol merupakan jenis tanah yang terbentuk akibat adanya pelapukan-pelapukan bahan organik. Sebagai hasil pelapukan bahan organik, tanah jenis ini subur untuk hampir semua jenis tanaman. Organosol dibedakan menjadi dua yaitu tanah humus dan tanah gambut.
Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan dan pembusukan bahan organik khususnya dari tanaman yang sudah mati. Humus sangat subur untuk pertanian. Kandungan bahan organik yang tinggi membuat tanah humus berwarna kehitam-hitaman. Humus banyak dimanfaatka untuk media pertanaman kelapa, nanas, dan padi. Persebarannya banyak terdapat di pulau Sumatra, Sulawesi, Jawa Barat, Kalimantan, dan Papua.

Tanah gambut adalah tanah hasil pembusukan bahan-bahan organik. Akan tetapi, tanah gambut kurang subur untuk pertanian. Pembusukan pada tanah gambut berlangsung dalam keadaan tergenang air sehingga tanah menjadi anaerob dan terlalu masam. Bahan organik yang tidak lapuk sempurna juga menyebabkan tanah gambut tidak subur untuk tanaman. Gambut banyak terdapat di pantai timur Sumatra, Kalimantan barat, dan pantai selatan papua. Saat ini gambut baru dikembangkan untuk pertanian kelapa sawit.

 

Alluvial

Menurut USDA, alluvial tergolong dalam ordo inseptisol. Ciri umum sama dengan pada tanah latosol. Alluvial merupakan tanah muda hasil pengendapan material halus aliran sungai. Ciri utama tanah alluvial adalah berwarna kelabu dengan struktur yang sedikit lepas-lepas.

Kesuburan tanah alluvial sangat bergantung pada sumber bahan asal aliran sungai.Alluvial terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sungai-sungai besar seperti pada pulau jawa, Sumatra, Kalimantan, dan papua. Alluvial banyak digunakan untuk tanaman padi, palawija, tebu, kelapa, tembakau, dan buah-buahan.

 

Ultisol (Podzolik Merah Kuning)

Podzolik merah kuning merupakan bagian dari tanah Ultisol. Menurut USDA, ultisol adalah tanah yang sudah mengalami pencucian pada iklim tropis dan sub tropis. Karakter utama tanah ultisol adalah memiliki horizon A yang tipis, akumulasi lempung pada horizon Bt dan bersifat agak masam. Tanah ultisol bersifat agak lembab dengan kadar lengas tertinggi pada ultisol yang berbentuk bongkah.

Tanah podzolik merah kuning sendiri merupakan tanah yang terbentuk karena curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podzolik merah kuning berwarna merah sampai kuning dengan kesuburan yang relatif rendah karena pencucian-pencucian. Podzolik merah kuning banyak digunakan untuk tanaman kelapa, jambu mete, karet, dan kelapa sawit. Podzolik merah kuning banyak dijumpai di daerah pegunungan Sumatra, Jawa Barat, Sulawesi, Maliku, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara.

 

Laterit

Laterit hampir sama dengan podzolik meah kuning. Hanya saja jenis tanah ini terbentuk pada suhu yang lebih tinggi. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah laterit memiliki kandungan hara yang rendah sehingga kurang cocok untuk berbagai jenis tanaman.

Laterit banyak dijumpai pada pegunungan yang hutannya sudah gundul seperti pada Jawa Tengah, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara. Laterit bayak digunakan untuk pertanaman jambu mete dan kelapa.njir (1)Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan

Sumber : https://www.kuliahbahasainggris.com/

icpwa