Jenis Pasar Modal

Jenis Pasar Modal

Jenis Pasar Modal

Pasar Perdana

Disebut juga pasar primer, yaitu pasar di mana penawaran saham pertama kali oleh emiten (perusahaan yang akan melakukan penjualan surat berharga di bursa) kepada para pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit sebelum saham tersebut diperdagangkan di pasar sekunder (biasanya 6 hari kerja). Harga saham ditentukan oleh penjamin emisi (lembaga penjamin terjualnya saham atau obligasi) dan perusahaan terkait. Harganya tetap dan tidak dikenakan komisi dengan pemesanan yang dilakukan melalui agen penjualan.

Pasar Sekunder

Pasar Sekunder adalah pasar tempat terjadinya transaksi jual-beli saham antar investor atau pialang setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana. Pasar sekunder berfungsi sebagai tempat jual-beli efek (surat berharga) setiap saat, sedangkan untuk perusahaan, tempat ini berfungsi untuk menghimpun investor. Jika harga pada pasar perdana adalah tetap, maka harga pada pasar ini tidak tetap, tetapi nak-turun (fluktuasi) dipengaruhi oleh ekpektasi pasar karena surat berharga (khususnya saham) sangat rentang dipengaruhi oelh faktor eksternal, seperti krisi ekonomi, kurs, permintaan produk dari perusahaan yang menjual saham, dll. juga ada beban komisi dan pemesanan melalui anggota bursa dengan jangka waktu yang tidak terbatas. Terjadinya pasar ini ada di dua tempat, yaitu : bursa reguler (bursa resmi, misalnya Bursa Efek Jakarta) dan bursa paralel (diatur oleh PPUE, diawasi oleh Bapepam).

Manfaat atau Kelebihan Pasar Uang

Beberapa kelebihan/kebaikan/keuntungan yang diperoleh dengan adanya pasar uang antara lain sebagai berikut :
  • Memberikan tempat untuk pinjaman jangka pendek
  • Mencegah terjadinya tindakan uang menganggur (Iddle money)
  • Berperan dalam membantu pengusaha memajukan usahanya
  • Mendorong kemajuan ekonomi nasional
  • Bank indonesia dapat mengontrol jumlah uang yang beredar
  • Sebagai sarana dalam menempatkan kelebihan dana oleh badan usaha

Resiko atau Kelemahan Pasar Uang

Beberapa kelemahan/kekurangan/keburukan yang diperoleh dengan adanya pasar uang antara lain sebagai berikut:
  • Bila pinjaman (Debitur) tak mampu mengembalikan pinjaman pada saat pelunasan (jatuh tempo) tiba disebut dengan resiko gagal bayar.
  • Bila surat-surat berharga yang akan dijual tidak cepat laku, padahal perusahaan/lembaga ¬†membutuhkan uang tunai secepat mungkin, hal ini disebut dengan resiko likuiditas
  • Bila terjadi inflasi akan mengakibatkan turunnya nila uang, hal ini akan menurunkan daya beli sehingga keuntungan yang di dapatkan dari pasar uang menurun. disebut resiko inflasi
  • Bila surat-surat berharga terpaksa akan dijual dengan harga yang lebih rendah dari pada sebelum membelinya. disebut resiko capital loss
  • Perubahan undang-undang atau peraturan pemerintah membuat berubahnya seluruh penjualan pasar uang. disebut dengan resiko publik
  • Sumber :¬†¬†http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/gelombang-elektromagnetik/

icpwa