Jakarta Diklaim Bisa Hasilkan Rp1,75 T per Hari dari Sampah

Jakarta Diklaim Bisa Hasilkan Rp1,75 T per Hari dari Sampah

Jakarta Diklaim Bisa Hasilkan Rp1,75 T per Hari dari Sampah

Jakarta Diklaim Bisa Hasilkan Rp1,75 T per Hari dari Sampah

Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung

(ITB) Akhmad Zainal mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berpotensi menghasilkan Rp1,75 triliun per hari dalam pengolahan sampah yang mudah membusuk.

Lewat program yang dinamakan Manajemen Sampah Zero (Masaro), Pemprov DKI Jakarta bisa mengolah sampah membusuk menjadi pupuk organik cair, konsentrat pakan organik cair, dan media tanam dalam polybag.

Dalam sehari, DKI Jakarta menghasilkan 7.500 ton atau 7,5 juta Kilogram

(Kg) per hari. Sebanyak 50 persen atau 3,75 juta Kg merupakan merupakan sampah yang mudah membusuk.

Akhmad mengatakan 1 Kg sampah bisa menghasilkan 10 liter pupuk organik cair atau konsentrat pakan organik cair. 10 liter bisa dijual Rp5 juta.

Lihat juga:Ada 3,7 Juta Pemulung, KLHK Diminta Tak Larang Plastik

 

“Jadi tinggal dikalikan saja 3,75 juta Kg dikali Rp500 ribu. Tapi memang harga per 10 liter masih bisa diturunkan,” ujar Akhmad usai acara diskusi di bilangan Kuningan, Jakarta, Selasa (19/11).

Konsep Masaro secara singkat adalah program pengolahan sampah dan menjadikannya produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomis tinggi. Dalam konsep ini, Masaro akan menempatkan Unit Pengolahan Sampah di setiap kelurahan.

“Rancangannya satu industri pengolahan sampah. jadi sampah tidak pernah keluar dari desanya. Satu Kelurahan, satu industri pengolahan sampah satu pasar dengan begitu tidak perlu Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” tuturnya.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/

icpwa