Institute of Electrical and Electronics Engineers

Institute of Electrical and Electronics Engineers

Institute of Electrical and Electronics Engineers

Institute of Electrical and Electronics Engineers

Institute of Electrical and Electronics Engineers atau biasa dikenal juga sebagai IEEE, adalah sebuah perkumpulan profesional yang bersifat global. Perkumpulan ini mempunyai anggota lebih dari 35.000 orang profesional yang berasal dari berbagai negara.

IEEE ini mempunyai misi untuk “promote the engineering process of creating, developing, integrating, sharing, and applying knowledge about electro and information technologies and sciences for the benefit of humanity and the profession.” Nah.. terjemahin sendiri aje deh!

Para profesional yang bergerak dalam bidang networking, dan tergabung dalam IEEE ini, bekerjasama dalam suatu porject yang bertujuan untuk membuat berbagai prosedure standard yang berkaitan dengan komunikasi. Mereka sangat dikenal karena salah satu project standarisasi LAN yang mereka kerjakan, yaitu IEEE 802 project telah digunakan sebagai standard saat ini.

IEEE 802 project hanyalah salah satu dari sekian banyak project yang telah ataupun sedang mereka kerjakan. Agar mudah mengaturnya, maka dibuatlah kelompok-kelompok kerja atau working group. Masing-masing kelompok mengerjakan project yang berbeda. Kelompok-kelompook ini diberi nama sesuai dengan project yang sedang mereka kerjakan. Misalnya project IEEE 802 tadi.

Namun seiring semakin kompleknya permasalahan, dan semakin meningkatknya permintaan akan kebutuhan pada masalah-masalah yang lebih spesifik, maka kelompok-kelompok project tadi di bagi-bagi lagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih spesifik.

Sebagai contoh, IEEE 802.3 adalah working group atau kelompok yang bertanggung jawab dalam hal standarisasi untuk Ethernet, dan the IEEE 802.11 adalah working group yang bertanggung jawab dalam hal standarisasi wireless.

Angka yang terdapat di belakang tanda titik (.), adalah angka yang menunjukkan working group. Dari situ kita bisa mengetahui bahwa kedua contoh tadi berada dalam satu project yang sama, yaitu IEEE 802, tapi berada dalam working group yang berbeda (11 dan 3).

Untuk beberapa waktu model penomoran ini cukup memadai. Namun lagi-lagi, karena permasalahan dan permintaan kembali meningkat, maka dibuat lagi kelompok-kelompok yang lebih spesifik. Dan untuk masalah penomoran atau penamaan working group, mereka memutuskan untuk menambahkan abjad di belakang nama working group.

Contohnya, 802.11a, 802.11g, and 802.3af. Namun ternyata tidak semua abjad bisa digunakan. Beberapa abjad tidak bisa digunakan, misalnya o dan l. Ini untuk menghindari kesalahan yang mengira bahwa hurup o itu adalah 0, dan hurup l itu adalah angka 1.

Lalu timbul satu pertanyaan, mengapa IEEE mau bersusah-payah membuat standarisasi dalam hal penggunaan teknologi wireless ini. Ya, tentu saja dengan tujuan untuk menyamakan teknik dan prosedure yang akan digunakan dalam penggunaan teknologi wireless networking ini.

Tanpa standarisasi ini, maka akan sulit untuk mengkomunikasikan berbagai produk wireless yang sejenis, namun di produksi oleh vendor yang berbeda. Misalnya wireless card merk A tidak bisa berkomunikasi dengan wireless card merk B karena diproduksi oleh vendor yang berbeda.

Sumber : https://sam-worthington.net/

icpwa