Hari Guru Sedunia 2018 : Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas

Hari Guru Sedunia 2018 : Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas

Hari Guru Sedunia 2018 Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas

Hari Guru Sedunia 2018 Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas

Tahun ini merupakan tahun pertama Indonesia ikut merayakan Hari Guru Sedunia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), Muhadjir Effendy dalamLokakarya Nasional dengan tema “Hakatas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas”. Lokakarya tersebut diselenggarakan oleh Kemendikbud bekerjasama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) dan Kantor Perwakilan UNESCO Jakarta.

“Hari Guru Sedunia dirayakan di seluruh dunia setiap tanggal 5 Oktober,

tahun ini merupakan tahun pertama Indonesia turut merayakan Hari Guru Sedunia, dan bertepatan juga dengan dikukuhkannya batik sebagai Warisan Tak Benda oleh UNESCO,” jelas Muhadjir pada hari Selasa 2 Oktober 2018, di kantor Kemendikbud, Jakarta.

Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan Kemendikbud,tema Hari Guru Sedunia tahun ini adalah “Hakatas pendidikan Berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas”. Tema tersebut dipilih untuk mengingatkan masyarakat dunia bahwa hak atas pendidikan tidak dapat dicapai tanpa hak untuk guru yang terampil dan berkualitas.
Peringatan Hari Guru Sedunia diadakan setiap tahun dalam rangka memperingati ulang tahun penandatanganan Rekomendasi ILO/UNESCO 1966 tentang Status Guru.

Rekomendasi ini menetapkan hak dan tanggung jawab guru

dan hal terkait lainnya termasuk kesempatan belajar lebih tinggi bagi guru, rekrutmen guru, penempatan kerja guru, serta lingkungan belajar mengajar yang kondusif bagi guru. Untuk melengkapi Rekomendasi 1966, pada tahun 1997 UNESCO mengeluarkan rekomendasi terkait status pengajar pendidikan tinggi yang mencakup tenaga pengajar dan tenaga peneliti pada pendidikan tinggi.

Peringatan Hari Guru Seduniatahun 2018 menekankan pembahasan tentang empat hal, pertama, kisah sukses sekolah atau komunitas, di mana guru telah membuat perbedaan bagi anak-anak yang terpinggirkan atau rentan yang hidup dalam situasi darurat atau krisis. Kedua, contohbagaimananegaratelahberhasilmenyebarkan guru yang terlatih dan berkualitas ke daerah terpencil atau pedesaan.

Ketiga pemerintah, organisasi guru, dan sektor swasta dapat bekerja bersama untuk memobilisasi pembiayaan yang dibutuhkan untu kmeningkatkan perekrutan dan pelatihan guru. Dan terakhir pendekatan inovatif untuk menjaga guru termotivasi untuk tetap dalam profesi dan untuk meningkatkan kualitas pengajaran.***

 

Baca Juga :

icpwa