Hadapi Revolusi Industri 4.0, Unsada Bekali Mahasiswa dengan Sertifikasi Kompetensi

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Unsada Bekali Mahasiswa dengan Sertifikasi Kompetensi

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Unsada Bekali Mahasiswa dengan Sertifikasi Kompetensi

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Unsada Bekali Mahasiswa dengan Sertifikasi Kompetensi

Pemerintah merespons era disrupsi dengan mengembangkan kurikulum dan pendekatan pedagogis

yang harus mempertimbangkan pengetahuan dan keterampilan abad 21. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan, di era revolusi industri 4.0, pendidikan tidak hanya berupa literasi lama yakni membaca, menulis, dan berhitung. Pendidikan kini harus mengarah pada literasi digital yang meliputi kemampuan untuk membaca dan menganalisis, serta menggunakan informasi atau big data di dunia digital.

Merespons kebijakan Kemristekdikti, rektor Universitas Darma Persada (Unsada), Dadang Solihin, mengatakan, untuk mempersiapkan lulusan untuk dapat bersaing pada era digital ini, Unsada mengasahnya dengan proses pendidikan dan penelitian melalui program akademisi, profesi, maupun vokasi sehingga para lulusan memiliki kecakapan soft skill.

“Setiap lulusan dari Unsada tidak hanya bermodalkan ijazah, tapi juga memiliki sertifikasi keahlian

kompetensi. Kami kembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mempersiapkan tenaga kerja berdaya saing,” kata Dadang pada Upacara Wisuda Magister, Sarjana, dan Diploma ke-28 Universitas Darma Persada, di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (27/9).

Terkait kurikulum, Dadang mengatakan, Unsada saat ini menerapkan kurikulum pendidikan sesuai dengan kebijakan Kemristekdikti. Namun, kampus itu juga menjalankan kurikulum khusus yang dalam bahasa Jepang disebut monozakuri.

Dijelaskan dia, monozakuri berarti kepandaian membuat barang. Jika diterjemahkan ke dalam pendidikan,

para mahasiswaa sejak awal semester ditanamkan untuk memiliki jiwa wirausaha.

Dengan konsep monozakuri, Unsada menerapkan sistem pendidikan dengan kurikulum trilingual menggunakan bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang. Mahasiswa jurusan apapun diwajibkan mengikuti proses perkuliahan trilingual.

Selain itu, Unsada giat menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan industri. Dijelaskan Dadang, perguruan tinggi harus dapat memberikan mahasiswa kesempatan untuk magang di perusahan, sehingga mahasiwa memiliki pengalaman kerja sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

Dosen Ekonomi Manajemen yang juga merupakan ketua panitia wisuda 2018, Firsan Nova, menambahkan, sertifikasi pendamping ijazah harus dilengkapi mahasiswa sebelum mengikut sidang skripsi. Ada pun keahlian yang dimaksud harus sesuai dengan misi monozakuri untuk mendorong mahasiswa kreatif.

Firsan menuturkan, keahlian yang tersertifikasi tersebut sudah disampaikan sejak semester awal. Sehingga mahasiswa memiliki waktu yang panjang untuk mempersiapkannya.

Pada acara wisuda kemarin, Unsada mewisudakan 598 orang wisudawan. Dadang berpesan kepada para lulusan untuk mengamalkan segala ilmu yang sudah didapatkan selama proses pembelajaran di kampus untuk mengambil peran dalam memajukan bangsa.

Sebelumnya, Menristekdikti terus meminta perguruan tinggi untuk segera menyiapkan desain kurikulum dengan konsep matang yang mengarah pada literasi digital dan kebutuhan dunia kerja. Pasalnya, kurikulum pendidikan Indonesia masih ada yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan pada era digital ini

 

Baca Juga :

 

 

icpwa