Geografi Alam Sebagai Landasan

Geografi Alam Sebagai Landasan

Geografi Alam Sebagai Landasan
Geografi manusia tidak kemungkinan dipelajari terpisah berasal dari geografi alam, karena beragam tingkah laku penduduk manusia yang baik berwujud ekonomi, politis maupun sosial di dalam geografi selamanya disoroti dengan latar belakang alam daerah penduduk yang bersangkutan berada. Menurut Jean Brunhes (1869-1930) geografi manusia menyimak 3 hal.

Pertama, pola pemukiman (settlement) di muka bumi, wujud tanah, desa dan kota.
Kedua, penguasaan dan penyesuaian vegetasi dan hewan dengan teknik pertanian
Ketiga, ekonomi penduduk. Namun berlaku ketetapan lain wilayah geografis, lain pula tata kemungkinan tata kehidupan manusianya.
Dengan menyimak deskripsi di atas, maka geografis sesungguhnya meneliti perbedaan secara keruangan berasal dari dunia ini. Dunia yang dimaksud yaitu semua permukaan planet bumi dengan segenap penghuninya, terlebih manusia, hewan dan tumbuhan. Geografi terlebih membicarakan pengetahuan mengenai susunan berasal dari dunia ini dalam keanekaannya dan penyebab ini perbedaan struktural, serta perbedaan gejala-gejala secara umum.

Kalau di luar bumi terkandung proses tata surya dengan faktor-faktor kosmisnya. Untuk ini bumi dipelajari oleh geografi alam, yang dikenal geografi matematis. Sasaran bahasannya adalah benda-benda langit dan bumi sebagai bagiannya. Tujuan geografi matematis adalah mempelajari bumi sebagai benda langit sebagai studi bentuk, ukuran dan relasinya dengan benda-benda langit lainnya serta akibat-akibat yang berjalan di bumi. Hal ini tidak terlepas berasal dari hukum, pans yang beragam baik intensitas penyinaran sebagai akibat berasal dari perjalanan musim-musim sepanjang tahun.

Dapat disimpulkan bahwa geografi alam mempelajari gejala-gejala alami pada permukaan bumi. Permukaan bumi ini dalam geografi alam dibayangkan berdimensi tiga. Di situ permukaan bukan cuma sekedar yang berwujud bidang perbatasan antara hawa (Langit) dan permukaan daratan serta lautan, terhitung terhitung bagian-bagian berasal dari kulit bumi atau perairan dan hawa yang masih sanggup dihuni makhluk hidup.

Udara , air dan kulit bumi sesungguhnya mewujudkan layanan bagi kehidupan makhluk hidup. Lingkungan alam (natural environment) inilah yang jadi sasaran bahasan geografi alam. Sehubungan dengan itu meteorologi, klimatologi, oceanografi, geologi dan pedologi (ilmu tanah) wajib dikuasai secukupnya oleh seorang geografi. Semua cabang pengetahuan itu merupakan iklim bantu geografi.

Demikianlah ulasan mengenai “Geografi Alam Sebagai Landasan”, yang pada peluang ini sanggup dibahas dengan singkat dan semoga berfungsi bagi para pengunjung dan pembaca. Cukup sekian dan bacalah artikel-artikel lainnya.

Sumber : https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

Baca Juga :

icpwa