Galang Donasi Lewat Karya Seni

Galang Donasi Lewat Karya Seni

Galang Donasi Lewat Karya Seni

Galang Donasi Lewat Karya Seni

Berangkat dari kepedulian terhadap pendidikan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT),

Komunitas Tembus Pandang, komunitas seni yang dibentuk oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Pendidikan Seni Rupa dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) gelar pameran seni bertajuk “Art Exhibiton Charity” di De Paviljoen Hotel Bandung, mulai 18 Spetember sampai 4 Oktober 2018.

Hasil penjualan dari karya seni tersebut akan didonasikan langsung ke anak-anak putus sekolah di daerah Flores.
Salah satu anggota Tembus Pandang, Irving Gustav mengatakan, acara ini diadakan sebagai bentuk keperihatinannya sebagai mahasiswa pendidikan.

“Ini bentuk keperihatinan kami, karena Flores sendiri masih jauh

dari sentuhan pendidikan dan teknologi,” tuturnya saat dihubungi via daring.

Gustav berharap, lewat kegiatan art exhibition charity ini, komnitasnya bisa membantu mencerdaskan anak bangsa di Flores dengan sumbangan buku dari apresiator dan dana dari penjualan karya untuk membangun perpustakaan disana.
Ia berujar, dewasa kini, komunitasnya merasa bahwa kepedulian akan sesama sedikit demi sedikit terkikis oleh kepentingan manusia akan kebutuhan dirinya sendiri.

“Tembus pandang merasakan bahwa nilai kemanusiaan sekarang

seolah hilang karena manusia sibuk mencari keinginanannya sendiri. Tembus pandang menyuguhkan pameran mewakili perasaan untuk menyadari pentingnya nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri,” katanya.

Hal senada diucapkan oleh ketua komunitas tembus pandang, Gema Fatwa. Disitat dari bertiabaik.id, Gema menuturkan NTT mungkin terkenal lewat keindahan alam dan menjadi tujuan denasti pariwisata, namun di bidang pendidikan, NTT masih tertinggal jauh dari dearah lain.

“Kita mengenal Labuan Bajo di NTT sebagai tempat yang indah dan dikenal luas sebagai destinasi menarik di Indonesia Timur. Tapi dibalik keindahan itu, banyak anak-anak yang tidak bersekolah. Bahkan banyak juga daerah yang belum tersambung listrik,” ujar Gema.***

 

Sumber :

https://egriechen.info/mandi-wajib/

icpwa