Fokus Pembangunan Bergeser ke Pengembangan SDM

Fokus Pembangunan Bergeser ke Pengembangan SDM

Fokus Pembangunan Bergeser ke Pengembangan SDM

Fokus Pembangunan Bergeser ke Pengembangan SDM

Tahun ini pemerintah mengarahkan fokus

pembangunan di Tanah Air pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Kapasitas sektor ini perlu ditingkatkan setelah tahun-tahun sebelumnya pemerintah gencar membangun infrastruktur fisik.

Perubahan orientasi pembangunan dengan porsi besar ke pengembangan SDM sepanjang 2018 ini ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo pada berbagai kesempatan. Perbaikan sektor SDM juga diharapkan berimbas pada meningkatknya indeks daya saing global Indonesia yang pada 2017 berada di posisi 36 dari 137 negara versi Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF).

Dari sisi peringkat, posisi tersebut memang

lebih baik dibanding tahun 2016 di urutan 41. Namun, dalam catatan WEF masih ada beberapa sektor yang perlu diperbaiki. Di antaranya, Indonesia masih tertinggal jauh dari sisi teknologi, dan efisiensi pasar lapangan kerja di mana Indonesia masih tercatat di peringkat 96 dengan skor 3,9 dari 137 negara.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, tahun ini pemerintah akan lebih fokus untuk mengembangkan infrastruktur lunak (soft infrastructure). Fokus tersebut sesuai dengan instruksi Presiden yang ingin mempersiapkan tenaga SDM, setelah infrastruktur keras (hard infrastructure) diwujudkan.

“Walaupun belum selesai betul, tetapi sudah

akan mencoba nanti mengalihkan fokus ke pengembangan SDM,” kata Muhadjir seusai rapat koordinasi di Gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Jakarta, kemarin.

Pada rapat tersebut, turut hadir Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Sosial Idrus Marham.

Menurut Muhadjir, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden yang memutuskan untuk mengalihkan fokus pemerintahan dari pengembangan infrastruktur menjadi pengembangan SDM.

Khusus untuk Kemendikbud, kata Muhadjir, pihaknya telah memiliki program vokasi keahlian ganda. Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Bappenas untuk mengizinkan perekrutan tenaga guru tanpa melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

“Terutama di bidang keahlian yang memang sekarang belum ada dan belum diproduksi oleh LPTK. Karena itu, akan mengambil tenaga-tenaga kerja yang sudah pengalaman di bidang itu,” ujarnya.

Sumber :

Penjelasan Tumbuhan Paku

 

 

icpwa