Dukung Pembangunan SDM, Diaspora Rilis Aplikasi Pemersatu

Dukung Pembangunan SDM, Diaspora Rilis Aplikasi Pemersatu

Dukung Pembangunan SDM, Diaspora Rilis Aplikasi Pemersatu

Dukung Pembangunan SDM, Diaspora Rilis Aplikasi Pemersatu

Peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus Presiden Joko Widodo

(Jokowi) dalam pidato Visi Indonesia 2045. Jokowi juga berharap para diaspora Indonesia mampu memberi kontribusi untuk mendukung pembangunan SDM Tanah Air.

Merespons hal tersebut, Presiden Indonesian Diaspora Network Global (IDN Global), Mark Gerald Eman menuturkan, para diaspora selalu memberi dukungan penuh untuk percepatan pembangunan bangsa. Salah satunya adalah dengan memberi akses keberadaan anggota diaspora di seluruh dunia kepada pemerintah melalui laman basis data diaspora berupa aplikasi Diaspora Connect. Ini merupakan salah satu wadah pemersatu diaspora Indonesia di dunia.

“Aplikasi Diaspora Connect ini menjadi media efektif karena untuk mereka

(diaspora, red) hadir ke Indonesia tanpa Perpres yang spesial. Mungkin tidak mudah karena mereka mempunyai karier di sana dan spesialisasi di sana,” kata Gerald pada jumpa pers terkait dengan Kongres Diaspora Indonesia Ke-5 yang bertema “Empowering Indonesia’s Human Capital” di Bengkel Diplomasi FPCI, Mayapada Tower, Jakarta, Senin (5/8).

Gerald menuturkan, aplikasi tersebut juga turut mendukung kerja sama antara IDN

Global dan Kementerian Luar Negeri terkait basis data anggota diaspora dan kartu masyarakat Indonesia di luar negeri (KMILN), serta rencana penerbitan Diaspora Bonds oleh IDN Global dengan Kementerian Keuangan.

Kehadiran platform tersebut, lanjutnya, dapat membantu para diaspora dalam memberi kontribusi untuk negara, baik itu datang secara langsung atau menggunakan media dalam berinteraksi. Pasalnya, aplikasi tersebut dirancang untuk dapat membantu negara menemukan anak bangsa yang memiliki keahlian di bidang-bidang tertentu. Sebab, semua data diri para diaspora termasuk bidang keahliannya turut dilampirkan dalam aplikasi tersebut.

Gerald juga menuturkan, aplikasi ini akan diluncurkan pada Kongres Diaspora Indonesia Ke-5 dan dapat diunduh pada Apple Store atau Play Store agar negara atau pun masyarakat dapat memperoleh informasi konkret terkait keberadaan para diaspora.

Sementara itu, terkait dengan perhelatan kongres, Gerald menuturkan, kongres tersebut akan digelar mulai tanggal 10 hingga 13 Agustus mendatang di The Kasablanka Hall, Jakarta. Rencananya, kongres itu akan dihadiri oleh diaspora dari 77 negara yang telah mendaftar. Jumlah ini melebihi kongres diaspora 2017 lalu yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Hal ini, kata Gerald, menunjukkan antusiasme para diaspora untuk membantu membangun bangsa dalam percepatan pembangunan Indonesia.

Selanjutnya, Wakil Ketua Umum IDN Global, Said Zaidansyah menuturkan, kongres tersebut akan mempertemukan diaspora Indonesia untuk berdiskusi mengenai isu dan tantangan pembangunan SDM dari berbagai sektor, baik itu dari sisi ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Tujuan akhir dari konferensi ini akan berfokus pada penguatan peran diaspora Indonesia dalam peningkatan kualitas SDM.

Melalui teleconference, ketua penyelenggara, Iwan Sunito menambahkan, kongres ini terbuka untuk untuk umum. Tidak hanya diaspora Indonesia di luar negeri saja yang bisa hadir, namun masyarakat umum juga diharapkan ikut serta dalam acara ini. “Kami berharap bahwa misi yang kami bawa dapat tersampaikan kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya.

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/sejarah-sultan-baabullah/

icpwa