Disforia Gender: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Disforia Gender: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Seseorang yang terlahir sebagai laki-laki, belum pasti miliki gender laki-laki, begitu juga sebaliknya. Kondisi di mana seseorang miliki identitas gender yang berbeda dengan type kelamin lahirnya disebut dengan disforia gender. Bagaimana tanda-tanda dan penanganannya?

Apa Itu Disforia Gender?
Gender dysphoria atau disforia gender – sebelumnya dikenal dengan kelainan identitas gender – adalah perasaan yang kuat dan persisten bahwa identitas gendernya berbeda dengan type kelamin dan karakteristik fisik yang dimiliki.

Kondisi ini sanggup dikatakan sebagai disforia gender ketika perasaan tidak nyaman ini sebabkan tekanan dan masalah yang signifikan. Orang yang miliki keadaan ini condong miliki hasrat untuk hidup cocok dengan identitas gendernya. Mereka bakal berpakaian dan berperilaku layaknya identitas gender terkait.

Namun tidak seluruh orang memanifestasikan disforia gender dengan langkah ini. Ada juga orang yang terlahir sebagai pria dan mengidentifikasi identitas gendernya sebagai wanita, namun senantiasa berpenampilan sebagai pria pada umumnya.

Sebagian orang juga melaksanakan terapi hormon dan operasi untuk sepenuhnya sanggup hidup cocok dengan gender yang mereka identifikasi. Individu yang melaksanakan perawatan ini disebut sebagai transgender.

Kemunculan tanda-tanda sanggup nampak pada usia berapa saja terasa berasal dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Gejala Disforia Gender
Gejala yang nampak sanggup berbeda pada dewasa dan anak-anak. Berikut adalah tanda-tanda disforia gender yang sanggup menopang diagnosis keadaan ini menurut DSM-5 (Diagnostic plus Statistical Manual of Mental Disorders).

Gejala pada anak-anak:

Ketidaksesuaian pada gender yang dideskripsikan anak dan type kelamin lahirnya berlangsung sepanjang 6 bulan atau lebih
Keinginan yang kuat untuk menjadi gender lain
Anak yang terlahir laki-laki miliki preferensi yang kuat untuk memanfaatkan baju perempuan dan/atau menolak memanfaatkan baju laki-laki
Anak yang terlahir perempuan miliki preferensi yang kuat untuk mengenakan baju laki-laki atau yang terkesan maskulin dan menolak memanfaatkan baju perempuan atau yang terkesan feminism
Preferensi kuat untuk memainkan peran lintas gender dalam permainan peran
Preferensi yang kuat untuk melaksanakan permainan atau aktivitas yang kerap kali diakui persis dengan type kelamin lain
Tidak menyukai anatomi seksualnya sendiri
Sedangkan pada remaja dan dewasa, gejalanya meliputi:

Ketidaksesuaian pada identitas gender dengan karakteristik gender lahir primer (organ seksual) dan sekunder (payudara atau kumis dan jenggot) berlangsung sepanjang paling tidak 6 bulan
Keinginan kuat untuk menghalau karakteristik seks primer dan/atau sekunder yang tersedia pada dirinya
Keinginan kuat untuk menjadi type kelamin lain
Keinginan kuat untuk diperlakukan sebagai type kelamin lain
Keyakinan yang kuat miliki perasaan dan reaksi khas gender yang diinginkan
Perilaku yang mengacu pada keadaan ini sanggup dimulai pada usia 2 tahun, di mana individu terasa sanggup mengekspresikan tingkah laku dan minat gender.

Jika tanda-tanda nampak pada era anak-anak, kebanyakan tanda-tanda bakal berlanjut hingga remaja hingga dewasa. Namun terkandung juga masalah di mana kelainan ini berkembang lambat dan gejalanya baru nampak sesudah era pubertas.

Penyebab Disforia Gender
Penyebab keadaan ini belum diketahui secara jelas, namun aspek gen, hormon dalam rahim, dan aspek lingkungan dikira berpengaruh. Di pada aspek tersebut, aspek hormon adalah yang paling umum.

Berikut adalah beberapa keadaan yang sanggup sebabkan disforia gender:

Hormon yang sebabkan pertumbuhan type kelamin biologis tidak berfaedah dengan baik.
Adanya hormon tambahan berasal dari sistem ibu, sanggup diakibatkan mengkonsumsi obat sepanjang kehamilan.
Ketidakpekaan janin pada hormon atau dikenal juga dengan androgen insensitivity syndrome (AIS). Kondisi ini sanggup sebabkan hormon tidak bekerja dengan baik di dalam rahim.
Congenital adrenal hyperplasia (CAH), keadaan di mana tingkat hormon pria yang tinggi pada janin wanita yang sebabkan alat kelamin menjadi nampak lebih jantan dalam penampilan.
Kondisi interseks yang sebabkan bayi terlahir dengan alat kelamin berasal dari ke-2 type kelamin atau disebut juga genital ambigu. Operasi direkomendasi dilaksanakan sesudah anak memadai besar untuk memilih gendernya sendiri.
Diagnosis Disforia Gender
Berikut adalah langkah mendiagnosis tingkah laku disforia gender:

1. Evaluasi Kesehatan Perilaku
Evaluasi ini dilaksanakan untuk mengonfirmasi ada ketidaksesuaian pada identitas gender dan type kelamin waktu lahir. Evaluasi sanggup meliputi:

Sejarah dan pertumbuhan perasaan disforia gender yang dirasakan.
Efek stigma yang melekat berkenaan gender disforia pada kesegaran mental Anda.
Dukungan yang didapatkan berasal dari orang kurang lebih layaknya keluarga, kerabat, dan teman.
2. DSM-5
Sebelumnya telah disebutkan tanda-tanda disforia gender berdasarkan DSM-5. Pada anak-anak, keadaan ini sanggup didiagnosis kalau terkandung paling tidak 6 tanda-tanda yang muncul. Gejala yang nampak harus juga tekanan atau masalah vital pada hubungan sosial, sekolah, atau kehidupan rumah.

Sedangkan pada orang dewasa atau remaja, keadaan ini telah sanggup didiagnosis kalau dua tanda-tanda muncul, juga tekanan atau masalah vital pada hubungan sosial, sekolah, atau kehidupan di rumah.

Pengobatan Disforia Gender
Pengobatan disforia gender sanggup meliputi pergantian ekspresi dan peran gender, terapi hormon, pembedahan, dan terapi perilaku.

1. Perubahan dalam Ekspresi dan Peran Gender
Individu bakal hidup atau berperan cocok dengan identitas gender baik itu secara penuh waktu atau paruh waktu.

2. Perawatan Medis
Perawatan medis sanggup meliputi:

Terapi hormon yang sanggup termasuk terapi hormon feminisasi atau terapi hormon maskulinisasi.
Pembedahan dilaksanakan untuk merubah payudara atau dada, genitalia luar, genitalia dalam, deskripsi wajah, hingga wujud tubuh.
3. Perawatan Kesehatan Perilaku
Perawatan ini bertujuan untuk tingkatkan kesejahteraan psikologis dan mutu hidup. Tujuan terapi ini bukan untuk merubah identitas gender, namun untuk mengeksplorasi masalah gender dan menemukan langkah untuk mengurangi disforia gender.

Terapi ini menopang individu transgender atau dengan gender yang tidak cocok agar sanggup mengekspresikan identitas gendernya dengan lebih nyaman dan hidup dengan normal di masyarakat.

Konseling individu dan keluarga kebanyakan direkomendasi untuk anak-anak, namun untuk dewasa direkomendasi untuk melaksanakan konseling individu dan/atau konseling pasangan.

Artikel Lainnya : teknik dasar sepak bola

Baca Juga :

icpwa