DIAGNOSA KEPERAWATAN

   DIAGNOSA KEPERAWATAN

  1. Pre operasi
  2. Gangguan rasa nyaman (nyeri) b.d pembengkakan skrotum
  3. Resiko kerusakan integritas kulit : skorotum b.d adanya gesekan dan peregangan jaringan kulit skrotum.
  4. Perubaan body image : citra tubuh b.d perubahan bentuk skrotum.
  5. Ansietas pada orangtua b.d kondisi anaknya dan kurang pengetahuan merawat anak.
  6. Post operasi
  7. Resiko infeksi b.d insisi post op.
  8. Deficit pengetahuan orangtua b.d kondisi anak : prosedur pembedahan, perawatan post op, program pentalaksanaan.
  9. Nyeri berhubungan dengan gangguan pada kulit jaringan, trauma pembedahan.
  1. PERENCANAAN DAN INTERVENSI

  2. Pre op
  3. Dx.1

Tujuan dan kriteria hasil

Diharapkan setelah dilakukan intervensi, rasa tidak nyaman berkurang bahkan hilang dengan criteria hasil :

  1. Pembengkakan skrotum berkurang
  2. Klien merasa nyaman, nyeri klien berkurang bahkan hilang
  3. Skala nyeri 0-3

Intervensi Keperawatan :

  1. a)Kaji skala, karakteristik dan lokasi nyeri yang dialami klien sesuai dengan PQRST.

RASIONAL : mengidentifikasi nyeri akibat gangguan lain.

  1. b)Catat petunjuk nnonverbal seperti gelisah, menolak untuk bergerak, berhati-hati saat beraktifitas dan meringis.

RASIONAL : mendeskripsikan tingkat nyeri

  1. c)Ajarkan pasien untuk memulai posisi yang nyaman atau tekhnik relaksasi misalnya duduk dengan kaki agak dibuka dan nafas dalam.
    RASIONAL : mengurangi sensasi nyeri.
  2. d)Berikan tindakan nyaman massage punggung, mengubah posisi dan aktifitas senggang.

RASIONAL : mengurangi sensasi nyeri.

  1. e)Observasi dan catat pembesaran skrotum (bila perlu ukur tiap hari), cek adanya keluhan nyeri.

RASIONAL : menjadi acuan dalam perrkembangan terapi yang sudah diberikan.

  1. f)Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi.

RASIONAL : mengurangi sensasi nyeri.

 

Sumber :

https://littlehorribles.com/

icpwa