Dekripsi

Dekripsi

 

Dekripsi

Dekripsi

 

Dekripsi (decryption) merupakan proses kebalikan, dari chiphertext dirubah kembali ke plaintext dengan menggunakan fungsi matematis dan key.

2.4.1 Dekripsi data dan menampilkan data setelah diambil dari tabel database

Proses pembalikan data dari  ciphertext ke  plaintext dapat dilakukan dengan cara pembalikan proses enkripsi. Proses ini dilakukan ketika data sudah diambil dari database dan sebelum data ditampilkan/diproses, sehingga data yang ditampilkan/diproses adalah data yang sudah di-decrypt (plaintext).

 

Gambar 3 : proses decrypt data untuk menangani permintaan penampilan data

3.      PEMBAHASAN

Pada saat ini ada beberapa cara enkripsi data, salah satunya adalah PGP yang sering dipakai untuk enkripsi data dan e-mail. PGP memiliki kelebihan dengan kemampuannya untuk enkripsi dengan mempergunakan  publik/private key cryptosystem. Pada penelitian ini, akan dipergunakan teknik enkripsi dengan mempergunakan PGP yang berjalan dibawah perintah shell DOS.

Untuk melakukan proses enkripsi dan dekripsi data, PGP yang berjalan dibawah shell DOS ini akan bekerja sama dengan PHP yang berperan sebagai perantara untuk menyimpan data dari suatu  field tabel database yang akan disimpan dalam tabel database. Aplikasi ini berjalan pada sistem operasi berbasis Windows. Berikut ini perintah enkripsi data yang disimpan dalam file teks dengan nama pln.txt dengan mempergunakan PGP yang berjalan dibawah shell DOS dan hasil enkripsi diletakkan kedalam file teks chp.txt :

 

C:\PGP>pgpe -c -aftz -o pln.txt > chp.txt

 

Pada perintah enkripsi diatas, apabila file teks pln.txt berisi sebuah nilai string “555453786432”, maka file chp.txt yang merupakan hasil enkripsi akan menghasilkan nilai string :

 

—–BEGIN PGP MESSAGE—

Version: PGPfreeware 5.0i for non-

commercial use

MessageID:

ge/oBNFNAn95lAh9vZR3UFZsvujwYIA0

pCsMgO6Xvmsm8A5yG61wHXfw0ZPOj

6TpzN3RoWIt+RueQSphF2rG3Sx0R4U

E

=h1FP

—–END PGP MESSAGE—–

 

Berikut ini perintah yang dipergunakan untuk mengembalikan  ciphertext ke dalam plaintext. File yang berisi  ciphertext diberi nama chp.txtdan file hasil dekripsi disimpan dalam file yang diberi nama pln.txt.

 

C:\PGP>pgpv -fz -o chp.txt > pln.txt

 

Pada perintah enkripsi dan dekripsi di atas, proses  encrypt dan  decrypt, dilakukan dengan mempergunakan pgp tanpa mempergunakan  private/public key yang menjadi ciri khas dari PGP. Hal ini dikarenakan, apabila mempergunakan private/public key, maka akan ada beberapa parameter yang harus diisikan, menyertai eksekusi perintah tersebut.  Hasil eksekusi perintah  decrypt di atas akan mengembalikan ciphertext kedalam plaintext.

 

3.1.   Studi Kasus : Enkripsi dan Dekripsi  Field Database dengan mempergunakan PGP

Proses enkripsi dan dekripsi isi field dari suatu tabel database, disimulasikan dengan studi kasus berikut ini. Suatu perusahaan bermaksud menyimpan suatu data rahasia yang hanya bisa diketahui isi yang sebenarnya dengan suatu  script atau algoritma tertentu. Pengaksesan data dengan cara mengakses data langsung ke tabel database tanpa melalui aplikasi, tidak diperkenankan. Proses menyimpan data kedalam mode ter-enkrip (ciphertext) dalam database dilakukan melalui skrip tertentu. Begitu juga proses menerjemahkan data ter-enkrip (ciphertext) kedalam bentuk text biasa (plaintext) juga dilakukan dengan bantuan script tertentu.

Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, maka proses enkripsi dan dekripsi dilakukan dengan mempergunakan PGP. Berikut ini diagram proses yang terjadi untuk proses enkripsi field database :

 

 

Gambar 4 : proses enkripsi field tabel database

 

Untuk membantu proses enkripsi, maka isi field tabel database yang hendak dienkrip dimasukkan dalam suatu file teks, kemudian dienkripsi. Hasil enkripsi diletakkan kedalam file text lainnya. Selanjutnya file teks yang berisi field yang sudah dienkripsi dibaca dan isi file tersebut dimasukkan kedalam tabel database. Karena panjang karakter dari text yang sudah dienkripsi dengan PGP menjadi sangat panjang (kurang lebih 250 karakter), maka lebar field tabel database yang akan diisikan text yang sudah dienkripsi harus disesuaikan. Berikut ini script PHP yang berfungsi untuk melakukan tugas diatas :

1.   Berikut ini script yang berfungsi untuk membaca field yang akan dienkripsi dari tabel dan kemudian dimasukkan dalam file teks :

 

<form action=ecr.php method=post>

<font face=verdana size=2

color=#334094>

Nomor CC  <input type=text

name=vnocc size=25>

<input type=submit value=’OK’>

<input type=reset>

</font>

</form>

 

Berikut ini isi file ecr.php yang akan menangkap isi variabel vnocc dan disimpan kedalam file teks untuk kemudian dienkripsi :

 

$CrFile = fopen(“flasl.txt”,”w”);

if(!($CrFile))

{

print(“Error : “);

print(“‘flasl.txt’ gagal dibuat\n”);

exit;

}

fputs($CrFile,$vnocc);

fclose($CrFile);

 

2.   Selanjutnya field yang sudah masuk dalam file teks dienkripsi dengan perintah berikut ini :

 

$outputc = shell_exec(‘pgpe -c -aftz -o

flasl.txt>flcrp.txt

echo “<pre>$outputc</pre>”;

 

Perintah php shell_exec berfungsi untuk menjalankan perintah dos yang berfungsi untuk mengenkripsi file teks. Perintah echo “<pre>$outputc</pre>”; berfungsi menjalankan  script yang sudah tersimpan di variabel  $outputc yaitu : shell_exec(‘pgpe -c -aftz –o flasl.txt>flcrp.txt

 

3.   Field yang telah dienkrip dan disimpan dalam  file flcrp.txt, berikutnya dimasukkan dalam tabel database. Teks enkripsi inilah yang akan dipergunakan untuk proses data. Berikut ini script yang berfungsi untuk memasukkan field terenkrip ke dalam tabel database :

 

$CrFile = fopen(“flcrp.txt”,”r”);

if(!($CrFile))

{

print(“Error : “);

print(“‘flcrp.txt’ gagal dibuka\n”);

exit;

}

$IsiCrp = “”;

while(!feof($CrFile))

{

$IsiFl = fgets($CrFile, 255);

$IsiCrp .= “$IsiFl”;

}

fclose($CrFile);

//mengisikan ke database

$dbconect=odbc_connect(“DBTeliti”,””,””

);

$sqlu=”insert into Account (Nomor)

values (‘$IsiCrp’)”;

$tbdata=odbc_exec($dbconect,$sqlu);

if ($tbdata)

echo(“Data berhasil disimpan”);

else

echo(“Data Gagal disimpan”);

Baca Juga :

icpwa