Dasar Hukum Qardh

Dasar Hukum Qardh

Dasar Hukum Qardh

Qardh merupakan perbuatan baik yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul. Dalam Alquran, qardh disebutkan dalam beberapa ayat, antara lain:

  1.     Surah Al-Hadid (57) ayat 11:

Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan ia akan memperoleh pahala yang banyak.

  1.       Surah At-Taghabun (64) ayat 17:

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.

Akad al qardh juga diperbolehkan secara syar’I dengan landasan hadits atau ijma ulama:

  1.      Hadits Ibnu Mas’ud

Dari Ibnu Mas’ud bahwa sesungguhnya Nabi bersabda: Tidak ada seorang muslim yang memberi pinjaman kepada muslim yang lain dua kali kecuali seperti sedekah satu kali. (HR. Ibnu Majah)

  1.       Hadits Anas bin Malik

Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat pada sebuah pintu surga tertulis ‘sedekah akan dibalas 10 kali lipat dan hutang dibalas 18 kali lipat’. Lalu aku bertanya, “Wahai Jibril, mengapa menghutangi lebih utama dari sedekah?” Ia menjawab, “karena meskipun pengemis meminta-minta, namun ia masih mempunyai harta, sedangkan orang yang berhutang pasti karena ia sangat membutuhkan.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)

  1.       Hadits Abu Hurairah

Barang siapa melepaskan dari seorang muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah melepaskan dia dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barang siapa memberi kelonggaran kepada seorang yang kesusahan, niscaya Allah akan memberi kelonggaran baginya di dunia dan akhirat, dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah menutupi (aib)nya didunia dan di akhirat. Dan Allah selamanya menolong hamba-Nya, selama hamba-Nya mau menolong saudaranya”. (HR. Muslim, Abu Dawud)


Sumber: https://student.blog.dinus.ac.id/handay/seva-mobil-bekas/

icpwa