Cara Mengatasi & Mencegah Ponsel Panas (Overheat) Kasus Non-Gaming

Cara Mengatasi & Mencegah Ponsel Panas (Overheat) Kasus Non-Gaming

 

Cara Mengatasi & Mencegah Ponsel Panas (Overheat) Kasus Non-Gaming

Cara Mengatasi & Mencegah Ponsel Panas (Overheat) Kasus Non-Gaming

Panas atau overheat dapat menjangkit smartphone dalam skenario apa saja termasuk aktivitas non-gaming. Artinya, stigma smartphone overheat gara-gara aktivitas gaming sebenarnya tak 100 persen berlaku.

Ada banyak penyebab mengapa ponsel menjadi panas saat digunakan. Alasan terjadi overheat pun beragam. Saat menjadi panas, ponsel pun tak nyaman digunakan. Secara umum, overheat terjadi karena terkait penggunaan ponsel itu sendiri.

Mengapa Ponsel Panas?
Saat ponsel overheat, umumnya panas itu muncul dari komponen baterai, prosesor, dan panel. Sebagaimana dijelaskan oleh situs web AVG, masing-masing komponen itu bisa menghasilkan panas saat bekerja ekstra.

Bahan kimia di dalam baterai menghasilkan listrik, prosesor mengalirkan informasi dengan kecepatan tinggi, dan layar memancarkan cahaya.

Bisa jadi, tak ditutup kemungkinan overheat itu dari ketiganya, atau salah satu dari itu. Sekali lagi, ponsel panas sebenarnya permasalahan kompleks terkait penyebab. Meski begitu, bisa ditelusuri penyebabnya dari sisi mana panas itu dirasakan.

Baca juga: Cara Menghapus Iklan di Hp Android: Aplikasi, Game, dan Browser

Dari Mana Panas Berasal?
Jika panas itu dirasakan dari bagian belakang ponsel, besar kemungkinan karena persoalan baterai. Kebanyakan ponsel menggunakan baterai berbahan Li-Ion (lithium-ion) yang sudah teruji ‘ketangguhannya’.

Meski begitu, dalam beberapa kasus terjadi malfunctions yang bahkan menimbulkan insiden serius. Misalnya saat Samsung Galaxy Note 7 yang sampai dilarang masuk ke pesawat lantaran baterai meledak.

Baterai bisa cepat panas bila ponsel menggunakan charger berteknologi fast charging. Sebab, charger ini punya daya besar. Patut diingat charger fast charging membutuhkan ponsel yang mendukung teknologi itu. Dua-duanya harus support, bukan charger-nya saja.

Namun, smartphone yang mendukung fitur fast charging pun juga akan cepat panas bila dicas dengan charger fast charging. Disarankan menggunakan charger normal untuk mitigasi.

Bila panas itu dirasakan pada sisi bawah ponsel, besar kemungkinan ini karena persolanan charger. Disarankan untuk menggunakan aksesori orisinal atau bawaaan perangkat untuk menghindari persoalan yang lebih serius, misalnya kebakaran lantaran terjadi korsleting.

Jika panas itu dari sisi depan, besar kemungkinan karena persoalan layar. Bisa jadi ada kerusakan di layar sehingga memancarkan cahaya terlalu terang atau bahkan terus terusan menyala.

Bagaimana dengan prosesor? Itu bisa terjadi bila prosesor bekerja terlalu ‘keras’ atau ekstrem, misalnya saat digunakan secara intensif, contoh nyata pada kasus aktivitas gaming.

Baca juga: Cara WhatsApp Agar Tak Boros Data dan Menghemat Kuota Internet

Penyebab Ponsel Panas
Ponsel yang dipakai non-setop dalam satu waktu, otomatis akan panas lantaran bekerja tanpa henti. Meski demikian, tanpa sebab yang jelas kadang ponsel tiba-tiba menjadi overheat. Berikut dipetakan beberapa penyebab mengapa itu bisa terjadi:

1. Streaming Tanpa Henti

Aktivitas streaming seperti menyiram tanaman menggunakan selang air dari keran. Keran harus tetap terbuka agar air terus mengalir. Ini berlaku pula saat streaming yang mewajibkan semua komponen ponsel bekerja tanpa henti agar konten dapat dinikmati dengan maksimal.

Kerja itu misalnya meliputi koneksi internet tanpa putus, layar yang terus menyala, termasuk audio melalui spekear yang terus berbunyi. Artinya, dari tiga hal ini saja membutuhkan daya luar biasa sekaligus menguras baterai.

2. Setting Tak Optimal

Ponsel memiliki pengaturan agar membuat perangkat bekerja optimal. Secara default, setting ponsel sudah disesuaikan seturut kebutuhan konsumen. Namun, pengguna kadang mengutak-atik setting itu sehingga berujung overheat.

Misalnya setting screen brightes yang terlalu terang atau tak otomatis dan mengaktifkan fitur Wi-Fi, GPS, dan Bluetooth padahal tidak sedang dibutuhkan.

3. Faktor Lingkungan

Ponsel di area atau tempat (bersuhu) panas secara otomatis akan membuatnya menjadi overheat. Misalnya perangkat diletakkan di dekat alat yang mengeluarkan panas atau tempat dengan suhu ekstrem.

4. Update Aplikasi dan OS

Update aplikasi dan OS memang diperlukan untuk keamanan dan kenyamanan penggunaannya. Akan tetapi, bila pemutakhiran yang digulirkan bermasalah, misalnya mengandung bug, justru malah merugikan perangkat. Ponsel bisa saja mengalami kegagalan sistem dan membuatnya bekerja tak optimal.

5. Terjangkit Malware

Kasus ini umumnya terjadi pada aplikasi yang diunduh dari toko atau situs web non-resmi. Developer nakal menyuntikkan malware berbahaya untuk tujuan tertentu di aplikasi itu atau aplikasi lain yang telah dimodifikasi.

6. Charging

Baterai ponsel bisa menjadi panas bila telah penuh tetapi tetap di-charging. Teknologi otomatis menghentikan aliran listrik ketika kapasitas baterai sudah mencapai 100 persen sayangnya tersedia untuk ponsel terkini.

Di ponsel lawas, pemiliknya harus mencabut kabel charger secara manual agar overheat tak terjadi.

Baca juga: Risiko Nonton Streaming Film dan Sepak Bola Secara Ilegal

Solusi Ponsel Panas
Disarankan mencegah ponsel overheat daripada mengatasinya. Dengan proses mitigasi yang tepat diharapkan kejadian ponsel menjadi panas tak terulang. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagaimana dikutip dari situs web Insider.

1. Mode Hemat Daya

Cara ini untuk membuat ponsel bekerja tak terlalu ‘keras’ sehingga tak ‘menyiksa’ komponen-komponennya. Mode

ini umumnya terkait kecerahan layar dan penggunaan hemat konsumsi baterai serta penurunan kinerja prosesor.

2. Hapus Aplikasi ‘Sampah’

Aplikasi yang tak pernah dipakai dan atau yang menguras ‘tenaga’ ada baiknya di-uninstal. Bila tak mengenali aplikasi-aplikasi itu, gunakan bantuan aplikasi pihak ketiga untuk mendeteksinya, salah satunya AVG Cleaner.

3. Kurangi Kecerahan Layar

Screen brightes yang terlalu terang dapat menguras daya baterai. Kurangi tingkat kecerahan layar atau pilih sewajarnya. Hanya tingkatkan pada kondisi tertentu, misalnya saat berada di luar ruangan yang terpapar cahaya terlalu terang.

4. Matikan Wi-Fi, GPS, dan Bluetooth

Menonaktifkan tiga fitur itu bisa menghemat daya baterai sekaligus tak membuat ponsel bekerja ‘keras’ terkait konektivitas. Wi-Fi misalnya, akan terus mencari jaringan nirkabel saat opsinya on. Gunakan fitur-fitur itu saat memang dibutuhkan.

5. Tutup Aplikasi

Tutup aplikasi apabila tak digunakan jangan sekadar kembali ke home screen atau tap tombol Home. Jika langkah

terakhir dilakukan, maka aplikasi itu akan tetap bekerja. Meski demikian, ada beberapa aplikasi yang tetap bekerja secara backgroud.

Izinkan aplikasi yang memang diperlukan aksesnya secara backgroud, misalnya aplikasi pesan instan. Sebab, tanpa permisi itu maka aplikasi tak dapat mengirimkan notifikasi ketika ada pesan baru masuk.

6. Charger Non-Fast Charging

Charger fast charging output besar sehingga membuat baterai cepat panas. Gunakan yang non-fast charging meski risikonya proses mengisi baterai memakan waktu.

Bagaimana bila ponsel terlanjur overheat? Perangkat bisa ‘didinginkan’ dengan mematikannya sejenak hingga panas itu berkurang.

Bila tak ingin mematikannya, lakukan restart agar ponsel kembali ke default terkait kerjanya, sehingga hanya menjalankan aplikasi yang diperlukan.

Untuk aktivitas non-gaming, umumnya panasnya ponsel bersumber dari baterai. Artinya, pengguna harus

memahami bagaimana komsumsi baterai bekerja termasuk cara perawatannya.

Pengguna bisa membawa ponsel ke servis resmi bila tetap panas setelah beberapa cara di atas telah dilakukan. Di sana, ponsel dapat di-flash atau dalam istilah sederhana ‘instal ulang’ sehingga seperti ‘baru’.

Namun, cara itu terkait persoalan software. Bila overheat karena masalah hardware, maka diperlukan penanganan lain yaitu pergantian sparepart, misalnya mengganti komponen baterai.

Sumber:

https://draft.blogger.com/profile/07013433918062343796

icpwa