Bio Lestarikan Budaya

Bio Lestarikan Budaya

Bio Lestarikan Budaya

Bio Lestarikan Budaya

BANDUNG-Bio Farma membangun Leuit di lingkungan perusahaan

yang terletak di Kantin karyawan Gedung Publik 2. Leuit memiliki filosofi yang tinggi bagi Suku Baduy, tempat menyimpan padi yang dapat disimpan hingga 100 tahun untuk keberlanjutan warganya.

Bagi Bio Farma dibuatnya Leuit ini bertujuan untuk mengimplementasikan kearifan lokal dan juga sebagai simbol bahwa Bio Farma walaupun telah go global, namun sangat menaruh perhatian terhadap keberagaman budaya (Cultural Diversity) lokal.

Direktur Utama Bio Farma Iskandar, mengatakan pada sambutan Ulang Tahun

Himpunan Karyawan (HIKA) Bio Farma ke – 16 Bahwa Filosofi Leuit sangat sesuai untuk Bio Farma dalam arti kemandirian Vaksin, selain ini kami merujuk pada UNIDO (Organisasi Pengembangan Industri di PBB), “Kami meng-arus-utama-kan (mainstreaming) aspek sosial, lingkungan dan budaya kedalam aspek operasional kami, kemudian penerapan aspek budaya dan lingkungan dijalankan dengan serius, rencana kedepan kami juga akan menerapkan gaya arsitektur Baduy sebagai jati diri sunda,pada bangunan baru perusahaan”, ungkap Iskandar.

Suku Baduy merupakan salah satu sub-suku dari suku Sunda. komunitas masyarakat ini bermukim di daerah lembah dan bukit di pegunungan Kendeng, Lebak-Rangkasbitung, provinsi Banten.

Suku Baduy menggunakan Leuit atau gudang untuk menyimpan padi kering setelah dijemur yang digunakan hanya untuk keperluan besar seperti hajatan serta membantu tetangga yang kesusahan.

Fungsi dari leuit juga sebagai tempat penyimpanan gabah yang memiliki

kemampuan tahan cuaca, tahan hama penyakit, dan memiliki sistem tata udara yang baik, sehingga gabah kering dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Padi yang disimpan di dalam leuit dapat awet hingga 100 tahun. Leuit ini dibuat langsung oleh masyarakat Baduy, menggunakan bahan yang tersedia dari alam, sehingga proses pembuatannya ramah lingkungan, diharapkan dengan dibangunnya Leuit di lingkungan Bio Farma, dapat meningkatkan kecintaan terhadap keberagaman budaya lokal serta lebih memahami filosofi keberlanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi generasi mendatang.jo

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/jaringan-hewan

icpwa