Ayah Akan Selalu Melihatku

Ayah Akan Selalu Melihatku

Ayah Akan Selalu Melihatku

Ayah Akan Selalu Melihatku

 

Ada sebuah cerita mengenai seorang anak laki-laki

Ada sebuah cerita mengenai seorang anak laki-laki yang secara rutin mengikuti latihan sepakbola di sekolahnya. Oleh karena kemampuan bermainnya belum memadai, selama ini ia belum pernah diikut sertakan dalam sebuah pertandingan apa pun. Setiap berlatih anak tersebut selalu disertai oleh sang ayah yang duduk di bangku penontong paling ujung.
Suatu ketika, sekolah anak tersebut mengikuti sebuah pertandingan besar selama empat hari. Babak demi-babak dilalui sekolah tersebut dengan kemenangan tanpa anak itu terlibat di dalamnya.

Dan sampailah babak final

Dan sampailah babak final, merasa ini adalah kesempatan terakhinya untuk dapat merasakan bertanding dalam kompetisi itu, ia pun menghampiri sang pelatih, “Maaf Pak pelatih, selama ini saya hanya berlatih dan berlatih terus tanpa diizinkan untuk ikut bertanding, bolehkah saat ini saya ikut bertanding bersama teman-teman yang lain? Saya rasa ini adalah kesempatan terbaik saya.”Pelatih lalu menjawab, “Maaf, saya tidak dapat mengizinkanmu ikut bermain di pertandingan final ini. Masih banyak yang lebih baik dari kamu. Dan kita harus menjaga reputasi sekolah ini.”

Anak laki-laki itu kembali memohon

Anak laki-laki itu kembali memohon, “Saya tidak akan mengecewakan Bapak, saya akan bermain sebaik mungkin. Mohon berikan saya kesempatan sekali ini saja.”

Karena melihat permohonan yang tulus dari anak tersebut meski terpaksa sang pelatih akhirnya mengiyakan untuk memberi kesempatan kepada anak tersebut turut bertanding.

Pertandinganpun dimulai, menit demi menit berlalu, tanpa disangka anaik itu bermain dengan penuh semagat. Sungguh luar biasa, sampai pertandingan itu berakhir ia mampu menyumbangkan 2 gol tanpa balas dan membawa sekolahnya menjuari turnamen tersebut.

Semua orang kagum kepadanya

Semua orang kagum kepadanya. Dengan wajah puas, sang pelatih menghampirinya dan berkata.” Selama ini saya tidak pernah melihatmu bermain sebaik ini, apa yang membuatmu bisa menjadi seperti ini? ”

Anak ini lalu menjawab, “Karena hari ini Ayah menyaksikan saya bertanding.”

Pelatih itu pun segera berpaling dan menatap ke arah pojok tempat biasa ia duduk. Ternyata ayah anak itu tidak ada di sana, dan tempat itu kosong. “Tapi Ayahmu tidak hadir dalam pertandingan ini, bagaimana ia melihatmu bertanding?”

“Selama ini saya tidak pernah memberitahukan kepada Bapak bahwa ayah saya buta, kemarin beliau telah meninggal dunia, dan hari ini adalah hari pertama beliau dapat melihat saya bermain bola, dari surga sana”.

Kawan, semangat dan perjuangan

Kawan, semangat dan perjuangan itu tidak akan pernah redup selama terang selalu ada dalam dirimu. Kasih sayang dan perhatian yang sungguh, selalu akan memberikan semangat yang besar tanpa kita tahu bagaimana datangnya.

Seorang ayah, akan selalu ingin anak-anaknya memiliki kekuatan dan kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.

Seorang ayah akan membiarkanmu kemenangan dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi Beliau tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah beranjak besar. Tahukah kamu  mengapa seorang Ayah tidak selalu ada di album foto keluarga? Itu karena Ialah yang memotretnya.

Ayahlah yang paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak membuatmu takut. Dan Ayah akan selalu memberimu tempat duduk terbaik dan mengangkatmu dibahunya, ketika kamu tak mampu memandang jauh ke depan di tengah rintangan.

Terimakasih untuk Ayah-Ayah terbaik, berkat kalianlah kami akan menghadapi segala halang rintangan dengan penuh keyakinan. Lihatlah kami anak-anakmu ini akan menjadi anak-anak terbaik untukmu.

Sumber : https://dosen.co.id

icpwa