Ada dua macam stressor

Ada dua macam stressor, yaitu:

  1. Stressor internal, meliputi: kecemasan, ketegangan, ketakutan, penyakit, cacat, tidak percaya diri, perubahan penampilan, peran sebagai orang tua, sikap ibu terhadap kehamilan, takut terhadap kehamilan persalinan, kehilangan pekerjaan.
  2. Stressor eksternal dapat berupa: status perkawinan, maladaptasi, relationship, kasih sayang, dukungan mental dan broken home.

Pada peristiwa kehamilan merupakan suatu rentang waktu, yakni tidak hanya terjadi perubahan fisiologis, tetapi juga terjadi perubahan psikologis yang memerlukan penyesuaian emosi, pola berfikir dan perilaku yang berlanjut hingga bayi lahir. Untuk alasan ini sehingga kehamilan harus dipandang sebagai proses panjang yang mempunyai efek tidak hanya pada ibu tetapi juga pada keluarganya.

Pada asuhan kehamilan tidak hanya mengasuh aspek fisik saja tetapi juga aspek psikologis atau jiwa. Latar belakang munculnya gangguan psikologik atau kejiwaan adalah berbagai ketidak matangan dalam perkembangan emosional dan psikoseksual dalam rangka kesanggupan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan situasi tertentu termasuk kehamilan. Kadang-kadang muncul penyakit jiwa (psikosis) dalam kehamilan. Kelainan jiwa dapat menjadi berat dalam kehamilan. Kelainan jiwa dapat menjadi besar dalam kehamilan. Ada beberapa keadaan spesifik dalam kehamilan yang mungkin juga menimbulkan kelainan jiwa atau gangguan psikologis misalnya hyperemesis gravidarum, abortus, pre-eklamsia/eklamsia. Pada kasus psikologis atau kelainan jiwa yang berat perlu support atau dorongan dan dukungan dari significant others (orang terdekat) dalam keluarga. Keadaan gangguan jiwa tertentu memerlukan rawat inap atau isolasi dari sumber-sumber kecemasan bagi ibu. Pengaruh faktor psikologis atau kelainan jiwa terhadap kehamilan adalan terhadap ketidak mapuan pengasuhan kehamilan dan mempunyai potensi melakukan tindakan yang membahayakan terhadap kehamilan.

Pemeriksaan dan Pemeliharaan Kesehatan bagi Ibu Hamil

Di Negara-negara berkembang, kesakitan dan kematian ibu menjadi masalah sejak lama. Kematian ibu terutama terjadi pada masa kehamilan dan persalinan. Bahkan WHO memperhatikan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan diseluruh dunia. Dari jumlah tersebut 20 juta perempuan mengalami kesakitan akibat kehamilan, di antaranya 8 juta kasus mengalami komplikasi yang mengancam jiwa, dan lebih 500.000 meninggal, dan hampir 50% kematian tersebut terjadi di Negara Asia Selatan dan Tenggara termasuk Indonesia. Pada tahun 1994 pada saat Internasional Coference on Population and Development di Kairo, Mesir menyatakan bahwa kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam pembangunan sosial dan pengembangan sumber daya manusia didunia.

Menurut SDKI tahun 1994 angka kematian ibu adalah 390/100.000 kelahiran hidup, pada SDKI tahun 2002/2003 angka kematian ibu adalah 307/100.000 kelahiran hidup, selanjutnya SDKI tahun 2007 angka kematian ibu adalah 248/100.000 kelahiran hidup. Nemun penurunan AKI ini sangat lambat. Pada tahun 1990 WHO sudah meluncurkan strategi Making Pregnancy Safer (MPS), salah satu program MPS adalah menempatkan safe motherhood sebagai prioritas utama dalam rencana pembanguna nasional maupun internasional. Sehingga salah satu upaya yang diselenggarakan untuk menurunkan AKI adalah melalui 4 pilar upaya Safe Motherhood, dengan intevensi yang dilakukan adalah:

  1. Mengurangi kemungkinan seorang perempuan menjadi hamil dengan upaya keluarga berencana.
  2. Mengurangi kemungkinan seorang perempuan hamil komplikasi obstetri dalam kehamilan dan memastikan bahwa komplikasi dideteksi sedini mungkin serta ditangani secra memadai melalui pelayanan antenatal.
  3. Persalinan yang bersih dan aman adalah memastikan bahwa semua penolong persalinan mempunyai penegtahuan, keterampilan dan alat untuk memberikan pertolongan persalinan yang aman dan bersih, serta memberikan pelayanan nifas bagi ibu dan bayi.
  4. Mengurangi kemungkinan komplikasi persalinan yang berakhir dengan kematian atau kesakitan melalui Pelayanan Obstetri Esnsial Dasar (PONED) dan Pelayanan Obstetrik Esensial Komprehensif (PONEK).

Sumber: https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/kinemaster-pro/

icpwa